Menu

Mode Gelap
Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

Headline

Ratusan Peserta Ikuti Gladen Jemparingan di Pacitan

badge-check

Ribuan anak panah melesat di pantai Pancer Door, Pacitan kemarin (20/11). Tak sekedar tarik busur, para pemandah dari berbagai daerah itu adu ‘’titis’’ turnamen panahan tradisional, Gladen Ageng Jemparingan Notopuro 2022. ‘’Ini adalah perlombaan panahan tradisional gagrak Mataraman menggunakan jemparing atau panah tradisional,’’ terang Ketua Panitia Penyelenggara Hernawan Eka Budisetyo  

Hermawan mengatakan, adu ‘’titis’’ ini jadi pagelaran pertama komunitas Jemparingan Mbah Gono (JMG) Citaning Pacitan. Setidaknya 140 perserta dari 41 paguyubuan Jawa Timur, Jawa Tengah serta DIY ikuti kegiatan tersebut. Sesuai namanya, para peserta ditantang menah ‘’bandu’’ yang berjarak 30 meter menggunakan panah tradisional. ‘’Tata cara memanahnya juga menggunakan teknik tradisional, termasuk busurnya,’’ jelasnya. 

Jemparingan, lanjut Hermawan jadi olahraga para kestria jaman kerajaan Mataram. Jadi adu ketangkasan sekaligus hiburan, pesertanya wajib gunakan pakain tradisional seperti lurik dan jarik. Pun dilakukan dudul bersila menggunakan busu kayu dan anak panah bambu. Targetnya, sebuah ‘’bandul’’ berjarak 30 meter berbentuk bulatan 30 sentimer dengan diameter 3 sentimeter dengan gantungan lonceng. Pun selama kompitisi mereka hanya di bekali empat anak panah. ‘’Dengan panah yang terbatas kemampuan peserta akan sangat diuji disini,’’ ungkapnya. 

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menambahkan, menarik panah tradisional susah-susah gampang. Butuh konsentrasi kekuatan tangan pun ketangkasan. Terlebih, berada di area terbuka dengan angin dari berbagai arah, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri saat memburu bandul yang ada. ‘’Kalau dada, kena dada sebelah kiri,’’ kelakar Bupati, saat anak panahnya hanya meleset sedikit di sebelah kiri target.

Indrata berharap, kegiatan kegiatan serupa dapat dijadikan kalender rutin. Tentu saja, selain bertujuan melestarikan tradisi leluhur kepada generasi muda, ajang jemparingan juga menjadi daya tarik wisata. ‘’Harapan saya kalau kita bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk promosi wisata dan sebagainya akan sangat menarik,’’ imbuh Aji saat diwawancara usai ikuti kegiatan Jemparingan itu. (NOT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara

8 Februari 2026 - 10:31 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Belajar Kepemimpinan Lewat Jejak Sejarah SBY, Peserta Bimteknas Demokrat Tour Museum di Pacitan

27 September 2025 - 17:16 WIB

Trending di Headline