Menu

Mode Gelap
Polres Pacitan Tahan Tarman, Terduga Pemalsu Cek Mahar Rp3 Miliar: Kasus Bermula dari Laporan Model A Ketidakakuratan Data DTSEN Picu Keluhan Bansos di Pacitan, Pendamping PKH: “Kunci Perbaikan Ada di Desa” Sheila Tetap Setia Dampingi Mbah Tarman Meski Suami Resmi Ditahan dalam Kasus Cek Rp3 Miliar Cek Rp3 Miliar Diduga Palsu, Kakek Tarman Resmi Ditahan Polres Pacitan APEDNAS Jatim Semprot Pemdes Pacitan: 45 Desa Kehilangan Dana Desa Rp10 Miliar Lebih Didapati di Perempatan Cuik, Pria “Tersesat” Berpindah-Pindah Kota Diduga Gunakan Modus Baru

Headline

Nekat Seberangi Sungai Pakai Rakit Gedebok, Petani di Ngadirojo Tewas Tenggelam

badge-check


 Nekat Seberangi Sungai Pakai Rakit Gedebok, Petani di Ngadirojo Tewas Tenggelam Perbesar

Pacitan – Seorang petani asal Dusun Jangkrik, Desa Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, ditemukan meninggal dunia usai tenggelam saat mencoba menyeberangi sungai menggunakan rakit dari batang pisang (gedebok), Jumat (16/5/2025).

Korban diketahui bernama Slamet (74), yang saat itu sedang mencari rumput bersama tetangganya, Suntoro, di seberang sungai. Saat hendak pulang, korban menolak tawaran warga yang memboncengkan motor dan memilih menyeberang sungai menggunakan rakit sederhana dari dua batang pisang.

Namun nahas, rakit yang digunakan terbawa arus deras. Saat hendak mencapai tepi barat sungai, korban diduga kesulitan naik ke daratan karena tidak bisa berpegangan kuat. Saksi yang melihat kejadian sempat memanggil korban, namun ia hilang dari pandangan.

“Korban menggunakan rakit sederhana, namun saat tiba di tepi barat, ia kesulitan naik. Arus cukup deras, dan korban akhirnya hanyut,” ungkap Kapolsek Ngadirojo, AKP Makhmuddi Kurnianto.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek, Koramil, Trantib Kecamatan, Tagana, petugas Puskesmas Ngadirojo, dan warga sekitar. Jenazah akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Dusun Sogo, Desa Hadiwarno, beberapa ratus meter dari lokasi awal.

Setelah diperiksa tim medis, jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak meminta proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek mengimbau warga, khususnya yang tinggal di dekat aliran sungai, agar lebih berhati-hati saat debit air tinggi.

“Jangan nekat menyeberang sungai dalam kondisi deras atau banjir. Lebih baik menunggu air surut atau mencari jalur alternatif yang aman,” pungkasnya. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Belajar Kepemimpinan Lewat Jejak Sejarah SBY, Peserta Bimteknas Demokrat Tour Museum di Pacitan

27 September 2025 - 17:16 WIB

Mayat Pelaku Pembunuhan di Temon Arjosari Ditemukan di Hutan Pacitan

26 September 2025 - 06:13 WIB

Loket SKCK Polres Pacitan Membludak, Pemohon PPPK Rela Berdesakan

16 September 2025 - 19:35 WIB

Trending di Headline