PACITAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas pelaksana kegiatan pemberantasan barang kena cukai (BKC) ilegal tahun 2026. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Hotel Srikandi, Selasa (28/4/2026), dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Madiun.
Sebanyak 50 anggota Satpol PP mengikuti bimbingan teknis tersebut sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kemampuan petugas dalam memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah Pacitan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pacitan, Ardyan Wahyudi, mengatakan Satpol PP memiliki peran strategis dalam mendukung penegakan hukum di bidang cukai bersama Bea Cukai.
“Peredaran rokok ilegal dan BKC ilegal lainnya bukan hanya merugikan penerimaan kas negara, tetapi juga berdampak pada berkurangnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Ardyan dalam sambutannya.
Ia menegaskan melalui kegiatan tersebut, personel Satpol PP diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk pelanggaran cukai, mulai dari rokok polos tanpa pita cukai, pita cukai palsu, hingga pita cukai bekas dan salah peruntukan.
“Saya minta seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius, pahami materi yang disampaikan, dan aplikasikan dengan humanis namun tetap tegas saat operasi di lapangan,” tegasnya.
Selain materi pengenalan ciri-ciri rokok ilegal, peserta juga mendapat pembekalan terkait metode pengumpulan informasi, intelijen lapangan, hingga teknik operasi bersama.
Narasumber dari Bea Cukai Madiun menjelaskan bahwa penjual rokok tanpa pita cukai dapat dikenai sanksi pidana berat berupa hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda hingga 10 kali nilai cukai.
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya sinergi antara Satpol PP, Bea Cukai, TNI, dan Polri dalam menekan peredaran rokok ilegal di masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB itu berlangsung lancar hingga selesai pada pukul 13.00 WIB.





















