Menu

Mode Gelap
Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo

Gempur Rokok Ilegal

Anggaran Turun 50 Persen, DPRD Pacitan Minta BLT DBHCHT Tepat Sasaran

badge-check


 Anggaran Turun 50 Persen, DPRD Pacitan Minta BLT DBHCHT Tepat Sasaran Perbesar

Pacitan – Komisi II DPRD Pacitan meminta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 di Kabupaten Pacitan benar-benar tepat sasaran.

Pasalnya, masih ditemukan ketidaksesuaian data penerima. Sejumlah buruh dan petani tembakau yang seharusnya berhak justru tidak menerima bantuan. Sebaliknya, ada penerima yang tidak memiliki keterkaitan dengan sektor tembakau malah mendapatkan BLT tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, mengatakan persoalan ini menjadi perhatian serius pihaknya. Ketidaktepatan data akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan.

“Ini menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi kami. Seperti halnya di Dinas Sosial, kami ingin penerima bantuan benar-benar yang berhak. Jika masih tidak tepat sasaran, tentu akan kami kaji penyebabnya,” ujarnya.

Rudi menambahkan, perbedaan data yang menyebabkan bantuan meleset dari sasaran harus segera ditelusuri. Komisi II DPRD Pacitan akan melakukan kajian mendalam guna menemukan akar persoalan tersebut.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan anggaran oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, anggaran yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

“Sekarang bukan lagi zamannya OPD mengeluhkan kekurangan anggaran. Anggaran yang ada harus digunakan sebaik mungkin dan tepat sasaran, karena OPD merupakan kepanjangan tangan kepala daerah,” tegasnya.

Disisi lain, Rudi mengungkapkan bahwa alokasi DBHCHT yang dikelola Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan pada tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, ia meminta dinas terkait segera melakukan pemetaan serta menentukan skala prioritas program. Langkah ini dinilai penting agar penggunaan anggaran yang terbatas tetap memberikan dampak nyata, khususnya bagi petani tembakau dan buruh di sektor terkait.

“Dengan anggaran yang menurun, dinas harus cepat menentukan prioritas. Jangan sampai program yang dijalankan tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun

28 April 2026 - 10:57 WIB

Operasi Pasar di Sudimoro, Satpol PP Pacitan Temukan Rokok Tanpa Cukai

18 April 2026 - 12:47 WIB

DBHCHT Pacitan Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, Dinkes Salurkan Rp 10,28 Miliar untuk Obat dan Renovasi Faskes

24 Oktober 2025 - 09:02 WIB

Dinyatakan Aman dari Rokok Ilegal, Kecamatan Ngadirojo Tetap Perkuat Edukasi dan Pengawasan

30 September 2025 - 18:30 WIB

Ratusan Buruh Tani Tembakau di Bandar Terima BLT DBHCHT Tahun 2025

15 September 2025 - 13:42 WIB

Trending di Gempur Rokok Ilegal