Menu

Mode Gelap
Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

Gempur Rokok Ilegal

Museum SBY ANI Pacitan Jadi Pelopor Penggunaan Energi Surya di Kawasan Wisata

badge-check


 Museum SBY ANI Pacitan Jadi Pelopor Penggunaan Energi Surya di Kawasan Wisata Perbesar

PACITAN – Museum & Galeri SBY ANI di Pacitan kini resmi menjadi pelopor pemanfaatan energi bersih di kawasan wisata Kabupaten Pacitan. Melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 239,2 kWp, museum ini mampu menghasilkan energi bersih sebesar 328.000 kWh per tahun.

Total terdapat 416 panel surya yang dipasang, dan penggunaannya diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 262.400 kilogram CO₂ setiap tahun. Angka tersebut setara dengan manfaat ekologis dari menanam 11.927 pohon per tahun.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut baik kehadiran PLTS ini dan menyebutnya sebagai langkah nyata dalam mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.

“Pembangunan PLTS ini tidak hanya memberikan manfaat operasional bagi Museum SBY ANI, tetapi juga menjadi simbol kontribusi Pacitan dalam mendukung energi hijau,” ungkapnya saat peresmian, Jumat (8/8/2025).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut Pacitan telah melampaui banyak daerah lain dalam pemanfaatan energi terbarukan.

“Hari ini kita menyaksikan kolaborasi luar biasa. Pacitan, kabupaten satu-satunya di pesisir selatan Jawa Timur, menunjukkan potensi besar terutama dari sisi kemaritiman,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN yang juga Direktur Eksekutif Museum dan Galeri SBY ANI, Ossy Dermawan, menjelaskan bahwa keberadaan PLTS memberikan efisiensi biaya operasional hingga 30–40 persen.

“Museum ini dikelola oleh yayasan nirlaba, sehingga harga tiket kami buat sangat terjangkau. Karena itu efisiensi seperti ini sangat membantu operasional kami,” terangnya.

Pemasangan PLTS ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk dari Grup Sinar Mas melalui anak usahanya di bidang energi terbarukan. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang untuk pengembangan inline branding kawasan wisata berwawasan lingkungan di Pacitan ke depan.

Hadir dalam acara peresmian antara lain Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pimpinan daerah dan undangan lainnya. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

28 April 2026 - 20:47 WIB

Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun

28 April 2026 - 10:57 WIB

Kenali Ciri Rokok Ilegal, Satpol PP Pacitan Ajak Masyarakat Ikut Awasi Peredarannya

20 April 2026 - 07:05 WIB

Peredaran Rokok Ilegal di Pacitan Masih Masif, Distribusi Online Jadi Kendala

19 April 2026 - 20:55 WIB

Dinkes Pacitan Terima DBHCHT Rp8,7 Miliar pada 2026, Fokus Penguatan Layanan RSUD

19 April 2026 - 20:03 WIB

Trending di Gempur Rokok Ilegal