Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Kekeringan

Perjuangan Warga Kalipelus Mencari Air di Musim Kemarau

badge-check

KEBONAGUNG – lensapacitan.com, Krisis air bersih yang terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Semakin hari semakin parah, warga di sejumlah wilayah kebingungan mendapatkan air,  sumber air yang terdekat mengering.

Warga Dusun Bibit, Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung setiap hari mereka harus menumpuh jarah 1 kilometer dari rumah mereka untuk mengambil air dari sumber air yang mereka namai “kali gupit”.
“1 kilometer itu rumah yang paling dekat dari sini, ada yang harus menempuh jarak 2 kilometer untuk mengambil air di kali gupit ini,” kata Kabul salah seorang warga Dusun Bibit yang sedang mengambil air.
Biasanya, warga mendapatkan pasokan air dari saluran air yang dibangun desa setempat. Namun saat ini, sumber yang dialirkan ke pemukiman warga itu mengering.
“Entah mengering atau gimana, saluran air itu sudah tidak mengalir, ya terpaksa ambil air kesini,” Lanjutnya.
Kali gupit yang menjadi andalan warga di dua dusun yaitu dusun Bibit dan Batulapak, Desa Kalipelus ini pun kondisi debit airnya mulai mengecil.
“Kalau pagi, tampunganya hampir penuh, tapi warga yang datang banyak sekali, kalau yang datang siang ya harus nunggu hampir setengah jam agar air bisa diambil menggunakan gayung,” Lanjut Kabul.
Karena jarak sumber yang jauh dari pemukiman penduduk menjadi salah satu kendala warga saat mengambil air. Sehingga memaksa mereka harus mengangkut wadah yang sudah terisi air dengan kendaraan bermotor.
“Dapat satu jerigen, dibawa pulang,  terus sore datang lagi,” ungkap Sukatman warga lainnya.
Krisis air bersih yang di alami warga setempat juga memaksa mereka untuk menghemat dalam penggunaannya. bahkan tak jarang mereka hanya mandi sekali dalam sehari. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih

29 Juni 2026 - 18:54 WIB

21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada. 

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Pemerintah Desa Ngunut Komitmen Atasi Kekeringan dengan Program Pipanisasi

26 November 2024 - 10:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Pacitan Lanjutkan Program Penanggulangan Kekeringan di Kecamatan Donorojo

26 November 2024 - 10:05 WIB

Penyediaan Air Minum di Desa Ngromo Tuntas, Kekeringan di Nawangan Mulai Teratasi

26 November 2024 - 09:55 WIB

Trending di Kekeringan