Menu

Mode Gelap
Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

Kekeringan

BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih

badge-check


 BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Perbesar

LENSA PACITAN.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mengimbau seluruh relawan, lembaga sosial, perusahaan, hingga para donatur yang akan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan BPBD.

Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan air bersih lebih merata dan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, sehingga seluruh daerah yang mengalami krisis air bersih dapat terlayani.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan koordinasi menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan bantuan di satu dusun, sementara wilayah lain justru belum mendapatkan pasokan air bersih.

“Intinya harus terkoordinasi. Misalnya Dusun A sudah mendapatkan droping air minggu ini, jangan didroping lagi oleh relawan. Kalau bisa dialihkan ke dusun lain yang belum mendapat bantuan,” ujarnya Senin (29/6/2026).

Menurut Erwin, BPBD telah mengumpulkan berbagai lembaga dan organisasi yang selama ini aktif menyalurkan bantuan air bersih, di antaranya Baznas, NU, Muhammadiyah, LDII, lembaga perbankan, hingga pihak PLTU.

Pertemuan tersebut bertujuan membangun kesepahaman bahwa seluruh pihak tetap dapat menyalurkan bantuan, namun pelaksanaannya berada di bawah koordinasi BPBD agar titik-titik distribusi dapat disinkronkan.

“Selain pemerintah, lembaga-lembaga itu juga rutin melakukan droping air atau sedekah air bersih. Karena itu kami menyamakan persepsi agar bantuan tepat sasaran. Jangan sampai menumpuk di satu titik, sementara titik lain tidak kebagian,” jelasnya.

Erwin menilai penanganan kekeringan tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain musim kemarau yang lebih panjang, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) desa kini tidak lagi dapat digunakan untuk penanganan kekeringan seperti sebelumnya.

Disisi lain, tahun 2026 juga bukan merupakan tahun politik. Berbeda dengan 2024 lalu, ketika banyak partai politik maupun calon legislatif ikut menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Kalau tahun 2024 banyak partai maupun calon yang membantu droping air bersih. Tahun ini kondisinya tentu berbeda,” katanya.

Meski demikian, BPBD Pacitan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Saat ini, kondisi kekeringan di Kabupaten Pacitan telah masuk kategori waspada, sehingga berbagai langkah mitigasi terus disiapkan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada. 

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Pemerintah Desa Ngunut Komitmen Atasi Kekeringan dengan Program Pipanisasi

26 November 2024 - 10:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Pacitan Lanjutkan Program Penanggulangan Kekeringan di Kecamatan Donorojo

26 November 2024 - 10:05 WIB

Penyediaan Air Minum di Desa Ngromo Tuntas, Kekeringan di Nawangan Mulai Teratasi

26 November 2024 - 09:55 WIB

Program Sumur Bor di Desa Ploso Antisipasi Kekeringan Tahunan

22 November 2024 - 15:35 WIB

Trending di Kekeringan