Menu

Mode Gelap
Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat 21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada.  Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

Kekeringan

21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada. 

badge-check


 21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada.  Perbesar

LENSA PACITAN – Memasuki akhir Juni 2026, kondisi musim kemarau di Kabupaten Pacitan mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Pacitan masuk kategori waspada setelah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) selama 21 hari berturut-turut.

Secara umum, sejumlah wilayah di Jawa Timur saat ini telah memasuki musim kemarau dengan intensitas hujan yang semakin berkurang. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait potensi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan maupun permintaan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat.

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada permintaan bantuan air bersih dari masyarakat,” kata Erwin Jum’at 26/6/2026).

BPBD Pacitan sebelumnya telah memetakan sebanyak 33 desa dan 97 dusun di delapan kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau. Namun demikian, Erwin menegaskan pihaknya tidak sepenuhnya berpatokan pada data tersebut.

Menurutnya, kondisi sumber air di lapangan dapat berubah setiap tahun sehingga tingkat kerawanan kekeringan perlu diperbarui secara berkala.

“Data tersebut hanya sebagai acuan. Kondisi kedalaman dan ketersediaan sumber air tidak ada yang tahu pasti karena bisa berubah setiap tahun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak kemarau yang lebih panjang, BPBD telah mengirimkan surat kepada seluruh kecamatan dan pemerintah desa agar melakukan pemetaan ulang wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan pada tahun ini. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Desa Ngunut Komitmen Atasi Kekeringan dengan Program Pipanisasi

26 November 2024 - 10:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Pacitan Lanjutkan Program Penanggulangan Kekeringan di Kecamatan Donorojo

26 November 2024 - 10:05 WIB

Penyediaan Air Minum di Desa Ngromo Tuntas, Kekeringan di Nawangan Mulai Teratasi

26 November 2024 - 09:55 WIB

Program Sumur Bor di Desa Ploso Antisipasi Kekeringan Tahunan

22 November 2024 - 15:35 WIB

Warga Dusun Salak, Tulakan, Kini Nikmati Air Bersih Lebih Murah Berkat Program SPAM

21 November 2024 - 11:29 WIB

Trending di Kekeringan