Menu

Mode Gelap
Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Pacitan Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem Kasus Mbah Tarman Masih di Tahap Penyidikan, Berkas Belum P21 Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026 Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan

Gempur Rokok Ilegal

Museum SBY ANI Pacitan Jadi Pelopor Penggunaan Energi Surya di Kawasan Wisata

badge-check


 Museum SBY ANI Pacitan Jadi Pelopor Penggunaan Energi Surya di Kawasan Wisata Perbesar

PACITAN – Museum & Galeri SBY ANI di Pacitan kini resmi menjadi pelopor pemanfaatan energi bersih di kawasan wisata Kabupaten Pacitan. Melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 239,2 kWp, museum ini mampu menghasilkan energi bersih sebesar 328.000 kWh per tahun.

Total terdapat 416 panel surya yang dipasang, dan penggunaannya diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga 262.400 kilogram CO₂ setiap tahun. Angka tersebut setara dengan manfaat ekologis dari menanam 11.927 pohon per tahun.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut baik kehadiran PLTS ini dan menyebutnya sebagai langkah nyata dalam mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.

“Pembangunan PLTS ini tidak hanya memberikan manfaat operasional bagi Museum SBY ANI, tetapi juga menjadi simbol kontribusi Pacitan dalam mendukung energi hijau,” ungkapnya saat peresmian, Jumat (8/8/2025).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut Pacitan telah melampaui banyak daerah lain dalam pemanfaatan energi terbarukan.

“Hari ini kita menyaksikan kolaborasi luar biasa. Pacitan, kabupaten satu-satunya di pesisir selatan Jawa Timur, menunjukkan potensi besar terutama dari sisi kemaritiman,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN yang juga Direktur Eksekutif Museum dan Galeri SBY ANI, Ossy Dermawan, menjelaskan bahwa keberadaan PLTS memberikan efisiensi biaya operasional hingga 30–40 persen.

“Museum ini dikelola oleh yayasan nirlaba, sehingga harga tiket kami buat sangat terjangkau. Karena itu efisiensi seperti ini sangat membantu operasional kami,” terangnya.

Pemasangan PLTS ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak swasta, termasuk dari Grup Sinar Mas melalui anak usahanya di bidang energi terbarukan. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang untuk pengembangan inline branding kawasan wisata berwawasan lingkungan di Pacitan ke depan.

Hadir dalam acara peresmian antara lain Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, serta jajaran pimpinan daerah dan undangan lainnya. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DBHCHT Pacitan Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan, Dinkes Salurkan Rp 10,28 Miliar untuk Obat dan Renovasi Faskes

24 Oktober 2025 - 09:02 WIB

Dinyatakan Aman dari Rokok Ilegal, Kecamatan Ngadirojo Tetap Perkuat Edukasi dan Pengawasan

30 September 2025 - 18:30 WIB

Ratusan Buruh Tani Tembakau di Bandar Terima BLT DBHCHT Tahun 2025

15 September 2025 - 13:42 WIB

Camat Nawangan Ajak Warga Perangi Rokok Ilegal di Wilayah Perbatasan

22 Agustus 2025 - 13:08 WIB

Wilayah Perbatasan Pacitan Jadi Pintu Masuk Rokok Ilegal, Camat Sudimoro Ingatkan Masyarakat

22 Agustus 2025 - 12:01 WIB

Trending di Gempur Rokok Ilegal