Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Pendidikan

Minat Sekolah Menurun, Mahasiswa Jadi Relawan Mengajar di Pelosok Desa

badge-check


 Minat Sekolah Menurun, Mahasiswa Jadi Relawan Mengajar di Pelosok Desa Perbesar

 Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung hingga menjelang akhir 2021 mengharuskan seluruh kegiatan dilaksanakan secara daring, termasuk pelaksanakan pendidikan di semua jenjang. Termasuk pada tingkatan taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Sebagai anak yang terbilang aktif saat melakukan pembelajaran daring merupakan salah satu hal yang membuat sejumlah siswa bahkan orang tua merasa kesulitan.

Berangkat dari masalah tersebut juga, mahasiswa berinisiatif memberikan pendampingan belajar bagi siswa sekolah dasar, mereka sadar betul bahwa kegiatan yang mereka rintis bisa saja memicu kerumunan, untuk itu mereka menyiasati agar pelaksanaan pendampingan belajar dilakukan dalam kelompok kecil di wilayah-wilayah dusun. 

“Kami awalnya melakukan survey terlebih dahulu, diawali dari bertanya ke perangkat desa kira-kira permasalahan apa yang bisa kami bantu, nah dari sana beliau bilangnya masalah utama adalah pelaksanaan belajar daring dan penugasan yang berlebih, bukan lagi anak-anak yang mengerjakan melankan orang tua siswa. Dari sana saya dan teman-teman berinisiatif melakukan pengajaran kepada kelompok kecil siswa, ya tujuan utamanya biar tetap prokes. Diawalai dari Dusun Ketho, nanti bisa saja menjamah ke dusun-dusun lain.”, menurut Wannurizati, mahasiswa yang sekaligus bertanggung jawab pada pelaksanaan acara ini.

“Saya pribadi ini jujur, kalau disuruh mengajar itu ndak bisa mbak. Jadi waktu ada anak-anak KKN yang mau memebrikan pengajaran secara Cuma-Cuma saya sangat bersyukur.”, ujar Katwanto salah satu wali murid yang ditemui saat pelaksanaan pendampingan belajar.

Dari kegiatan pendampingan belajar ini, harapannya mahasiswa mampu memberi angin segar pada kejenuhan sistem pembelajaran yang terus diajari orang tua, dan juga sedikit kemudahan orang tua dimana mahasiswa memberikan pengajaran dengan Cuma-Cuma. 

Dan tentunya agar siswa dapat termotivasi belajar, karena mahasiswa melakukan pengajaran dengan metode santai dan tetap menarik, belajar sambil bermain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026

13 Januari 2026 - 12:50 WIB

Transmisi Spensajos, Inovasi SMPN 1 Arjosari Pacitan Akses Informasi Sekolah Lewat WhatsApp

28 Desember 2025 - 04:51 WIB

Sebagian Sekolah di Pacitan Belum Kebagian Smartboard, Distribusi Masih Berproses

28 November 2025 - 19:59 WIB

SMP Negeri 2 Arjosari Raih Top 15 Inotek Award Jatim 2025, Camat: Bukti Pelajar Pacitan Mampu Bersaing di Provinsi

19 November 2025 - 04:42 WIB

Pelajar SMP se-Kecamatan Ngadirojo Ikuti Pelatihan Fashion Show

30 Oktober 2025 - 18:24 WIB

Trending di Pendidikan