Menu

Mode Gelap
Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

Pendidikan

Semarak Reog Meriahkan Perpisahan Siswa MIM Padi III Tulakan

badge-check


 Semarak Reog Meriahkan Perpisahan Siswa MIM Padi III Tulakan Perbesar

Pacitan – Suasana berbeda terasa di halaman Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Padi III, Kecamatan Tulakan, Sabtu malam (21/6/2025). Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan penampilan seni reog yang memukau dalam acara perpisahan siswa kelas VI bertajuk “Pisah Kenang Sambut Harapan.”

Pentas reog malam itu bukan sembarang pertunjukan. Para pemainnya adalah siswa-siswi MIM Padi III sendiri, yang selama ini dilatih oleh pelatih profesional. Dengan kostum lengkap dan gerakan yang energik, mereka sukses memukau penonton dan membangkitkan rasa bangga terhadap seni budaya lokal.

Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap atraksi yang ditampilkan kelompok Reog Singo Aryo Joyoharjo. Warga yang hadir pun tak bergeming dari tempat duduknya, menikmati setiap detik sajian budaya yang dipentaskan di tengah lingkungan madrasah.

Kepala MIM Padi III, Bambang Sutaryo, mengatakan bahwa penampilan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari proses pendidikan karakter dan pelestarian budaya. Ia menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta terhadap tradisi lokal kepada para siswa sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa MIM Padi III tak hanya mengajarkan ilmu agama dan akademik, tapi juga membentuk pribadi siswa yang mencintai budaya bangsanya,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru, orang tua, dan masyarakat yang telah mendukung berbagai program unggulan di madrasah tersebut. Di antaranya program Tahfidz Al-Qur’an, hafalan surat Yasin, serta pengembangan seni tradisional seperti reog.

Kepada siswa-siswi yang lulus, Bambang berpesan agar terus belajar, menjaga akhlak, dan selalu berbakti kepada orang tua serta guru. “Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan. Jangan pernah lelah menuntut ilmu dan berbuat baik,” katanya penuh haru.

Penampilan reog malam itu menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Islam tak harus meninggalkan akar budaya lokal. Justru, keduanya bisa berjalan beriringan, membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan bangga akan jati dirinya.

Acara berakhir dengan suasana haru dan penuh semangat. Di balik sorotan lampu panggung, terlihat wajah-wajah ceria siswa yang tak hanya berpamitan, tapi juga telah menorehkan karya budaya yang membanggakan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan

18 Mei 2026 - 17:45 WIB

OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka

29 April 2026 - 10:41 WIB

Poster Lomba Bercerita Untuk Bumi Kita di Museum & Galeri SBY ANI

Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

26 April 2026 - 21:36 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026

13 Januari 2026 - 12:50 WIB

Transmisi Spensajos, Inovasi SMPN 1 Arjosari Pacitan Akses Informasi Sekolah Lewat WhatsApp

28 Desember 2025 - 04:51 WIB

Trending di Pendidikan