Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Bencana Alam

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

badge-check


 BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo Perbesar

Pacitan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo. Langkah ini dilakukan karena wilayah tersebut dinilai rawan bencana, khususnya tanah gerak dan tanah longsor.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, mengatakan pembentukan Destana bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam mengenali potensi ancaman bencana, melakukan kajian risiko, hingga mengorganisir sumber daya lokal saat terjadi bencana.

“Dengan melibatkan pentahelix, nantinya akan terbentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat desa. Forum ini menjadi kepanjangan tangan BPBD dalam upaya penanggulangan bencana di skala lokal,” ungkapnya Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, keberadaan Destana juga akan memperkuat kemampuan adaptasi dan mempercepat proses pemulihan pasca bencana secara mandiri. Selain pembentukan FPRB, masyarakat desa juga dilibatkan dalam penyusunan dokumen kajian risiko bencana, peta daerah rawan, serta jalur evakuasi.

Plt Camat Tegalombo, Edy Wasana, menambahkan bahwa pembentukan Destana sekaligus menjadi upaya memelihara kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, organisasi sipil, hingga relawan.

“Kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, dan inklusi sosial juga mendapat perhatian khusus. Dengan adanya Destana dan FPRB, perlindungan terhadap kelompok rentan bisa lebih optimal,” jelasnya.

Kegiatan pembentukan Destana ini diikuti oleh tokoh masyarakat, karang taruna, perwakilan disabilitas, kelompok rentan, serta relawan. Hadir pula Kepala BPBD Pacitan bersama unsur Forkopimca Kecamatan Tegalombo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

Camat Tulakan Imbau Warga Waspadai Longsor Akibat Hujan Deras

31 Juli 2025 - 21:07 WIB

Trending di Bencana Alam