Menu

Mode Gelap
Paranet Semrawut di Pantai Klayar, Pemkab Pacitan Mulai Lakukan Penataan 45 Desa di Pacitan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II, Ronny Wahyono: “Hak Masyarakat Hilang” Ini Daftar Desa yang Gagal Mencairkan DD Tahap II di Pacitan 25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa SBY Ajak Doa bersama untuk Korban Bencana Sumatera, Sambil Tanda Tangani Groundbreaking Goed President Hotel Pacitan Pembangunan Goed President Hotel Pacitan Resmi Dimulai, SBY dan Hermanto Tanoko Lakukan Peletakan Batu Pertama

Kesehatan

Dinas Kesehatan Pacitan Gelar Rakorkesmas, Fokus pada Integrasi Layanan Kesehatan Primer

badge-check


 Dinas Kesehatan Pacitan Gelar Rakorkesmas, Fokus pada Integrasi Layanan Kesehatan Primer Perbesar

Pacitan – lensapacitan.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat (Rakorkesmas) pada Selasa (05/11/2024). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan amanah Kementerian Kesehatan dalam mengimplementasikan Transformasi Layanan Kesehatan Primer guna mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.

Rakorkesmas dibuka oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kemal Pandu Pratikna, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program-program kesehatan di Pacitan.

“Tanpa dukungan semua pihak, terutama lintas sektor, program-program kesehatan tidak akan dapat berjalan dengan baik, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat,” ujar Kemal.

Baca Juga: Alokasi DBHCHT Pacitan 2024 Turun Signifikan, Pemkab Fokus pada Kesejahteraan dan Kesehatan

Dalam arahannya, Kemal Pandu menyoroti tiga prioritas utama yang menjadi fokus pelaksanaan program kesehatan, yaitu penurunan angka kematian ibu, penurunan angka kematian bayi, dan penurunan prevalensi stunting. Ia menyebutkan, ketiga hal ini dapat tercapai melalui integrasi layanan kesehatan primer yang efektif dan koordinasi berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menambahkan bahwa transformasi layanan kesehatan primer akan dilakukan di seluruh 24 Puskesmas di Pacitan, mulai dari Puskesmas, Pustu, hingga Posyandu.

“Peran serta seluruh pihak, mulai dari desa hingga kabupaten, sangat diperlukan untuk keberhasilan program ini,” ujar dr. Daru.

Rakorkesmas ini turut dihadiri oleh narasumber dari berbagai instansi, seperti Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bappeda Litbang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Pendidikan. Para peserta, yang terdiri dari Kepala Puskesmas beserta jajaran, camat, dan perwakilan lintas sektor, aktif dalam mengikuti sesi diskusi serta pemaparan yang disampaikan.

Melalui Rakorkesmas ini, diharapkan tercipta kolaborasi erat antarinstansi dalam mendukung program kesehatan di Kabupaten Pacitan, terutama yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak serta penanganan stunting. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan di Pacitan

25 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Program STBM di Desa Tegalombo Pacitan Capai 75 Persen, Target Rampung 2026

22 September 2025 - 11:21 WIB

DPRD Pacitan Soroti Pelayanan RSUD, Jumlah Dokter Belum ideal Untuk Layani Pasien Harian

27 Agustus 2025 - 12:18 WIB

Trending di Kesehatan