Menu

Mode Gelap
OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

Pendidikan

Sejumlah Daerah Evaluasi dan Batasi Pelaksanaan Study Tour Pasca Kecelakaan Maut di Subang

badge-check


 Sejumlah Daerah Evaluasi dan Batasi Pelaksanaan Study Tour Pasca Kecelakaan Maut di Subang Perbesar

Pacitan – Beberapa pemerintah daerah sedang mengevaluasi dan bahkan membatasi pelaksanaan study tour atau perjalanan pariwisata bagi siswa. Langkah ini diambil menyusul kecelakaan maut yang menimpa rombongan siswa SMK Linggar Kencana di Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024) lalu. Satu guru, sembilan murid, dan seorang pengendara motor meninggal dunia, sementara puluhan lainnya terluka.

Untuk mencegah tragedi serupa terulang, beberapa pemerintah daerah dan dinas pendidikan memutuskan mengevaluasi bahkan membatasi perjalanan study tour ke luar kota. Di Pacitan, dinas pendidikan telah mengimbau semua satuan pendidikan terkait pelaksanaan outing class atau study tour.

“Kami juga telah menghimbau kepada semua satuan pendidikan untuk mengevaluasi terkait kegiatan outing class atau bentuk study tour yang telah direncanakan,” kata Kepala Dindik Pacitan, Budiyanto, dikutip dari Pacitanku.com, Jumat (17/5/2024).

Budiyanto menekankan pentingnya evaluasi terkait aspek keamanan dan keselamatan peserta didik. “Satuan pendidikan harus mengevaluasi terkait aspek keamanan dan keselamatan pada saat kegiatan dilakukan. Harus mengutamakan keamanan dan keselamatan peserta,” tambahnya.

Sementara itu, tanggapan masyarakat Pacitan terhadap pelaksanaan study tour pun beragam. Di media sosial, salah satu pengguna dengan akun @muslich Margono memposting gambar dengan tulisan “Stop Study Tour, Tidak banyak manfaat hanya menuliskan orangtua, jaman sudah canggih jika hanya untuk mengenal tempat wisata dapat dipelajari dari internet.”

Unggahan tersebut pada tanggal 14 Mei mendapatkan respon positif dan negatif dari masyarakat. Ada yang setuju dengan pembatasan study tour, namun ada juga yang berpendapat sebaliknya. Seperti yang diungkapkan oleh akun @Jeruk Kecut, “Nek kanggoku studitur iku boleh tapi perlu di kaji ulang masalah peraturan tersebut?apa cuman dari pihak sekolah apa memang keputusan dari kemendiknas?”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka

29 April 2026 - 10:41 WIB

Poster Lomba Bercerita Untuk Bumi Kita di Museum & Galeri SBY ANI

Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

26 April 2026 - 21:36 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026

13 Januari 2026 - 12:50 WIB

Transmisi Spensajos, Inovasi SMPN 1 Arjosari Pacitan Akses Informasi Sekolah Lewat WhatsApp

28 Desember 2025 - 04:51 WIB

Sebagian Sekolah di Pacitan Belum Kebagian Smartboard, Distribusi Masih Berproses

28 November 2025 - 19:59 WIB

Trending di Pendidikan