Menu

Mode Gelap
OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

Bencana Alam

Relawan Pacitan Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana melalui Radio Komunikasi

badge-check


 Relawan Pacitan Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana melalui Radio Komunikasi Perbesar

Pacitan – Radio komunikasi menjadi salah satu alat vital dalam penanganan kebencanaan, terutama ketika kondisi darurat di mana moda komunikasi lainnya tidak berfungsi. Diskusi mengenai pentingnya peran komunikasi radio dalam situasi darurat menjadi topik utama dalam kegiatan “Asah Terampil Relawan Komunikasi Radio saat Darurat Bencana” yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan, Sabtu (12/10/2024).

Agus Hadi Prabowo, pegiat komunikasi yang memiliki pengalaman panjang di dunia radio amatir, menjelaskan kepada puluhan relawan (breaker) mengenai pentingnya komunikasi yang efektif saat darurat bencana.

“Dalam situasi darurat, komunikasi harus singkat, jelas, dan langsung ke intinya. Penggunaan nama samaran atau istilah yang tidak jelas sebaiknya dihindari untuk mengurangi kesalahan interpretasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memeriksa peralatan sebelum digunakan, mengingat kesalahan dalam konfigurasi antara pesawat radio, kabel, dan antena dapat mengurangi daya pancar radio, bahkan menyebabkan kerusakan.

Dalam sarasehan yang digagas oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) tersebut, muncul juga usulan dari Budi, pegiat komunikasi dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), yang berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan menyediakan frekuensi khusus yang digunakan saat keadaan darurat.

“Frekuensi khusus ini akan sangat membantu dalam melaporkan situasi bencana tanpa memandang latar belakang organisasi,” ungkap Budi.

Kepala BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi peran relawan komunikasi. Menurutnya, pada bencana banjir dan longsor yang melanda Pacitan pada 2017 lalu, relawan radio komunikasi memainkan peran krusial dalam menyampaikan informasi kepada pihak terkait.

“Kita belajar dari peristiwa 2017, betapa pentingnya peran komunikasi radio dalam situasi darurat. Saya berterima kasih atas komitmen dan semangat para relawan,” kata Erwin.

Praktisi komunikasi, Purwoto Sumodiharjo, juga menilai bahwa meskipun radio komunikasi memiliki keterbatasan, seperti hanya mampu menyampaikan informasi suara, alat ini tetap menjadi opsi terbaik dalam situasi bencana karena tidak bergantung pada listrik atau jaringan internet.

“Radio komunikasi hingga saat ini masih menjadi sarana yang cepat, murah, dan efektif. Kuncinya adalah menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan mudah dipahami,” tambahnya.

“Saya sering menggunakan akronim KISS (Keep It Short and Simple) but clear,” imbuh jurnalis yang juga mahasiswa jurusan Manajemen Bencana UPN ‘Veteran’ Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen relawan dari Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), RAPI, Senkom Mitra Polri, SAR MTA, dan relawan lainnya se-Kabupaten Pacitan, sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan. (not) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Trending di Bencana Alam