Menu

Mode Gelap
Pikap Jatuh ke Tepi Sungai Grindulu di Pacitan, Pengemudi Luka Ringan Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga

Kesehatan

Pemkab Pacitan Targetkan Eliminasi TBC Tahun 2030, Terbitkan Edaran untuk Semua OPD

badge-check


 Pemkab Pacitan Targetkan Eliminasi TBC Tahun 2030, Terbitkan Edaran untuk Semua OPD Perbesar

Pacitan – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Meski sudah masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) Kementerian Kesehatan, kasus penyakit menular ini belum sepenuhnya terkendali.

Di Kabupaten Pacitan, misalnya, tercatat 88 kasus positif dari 1.025 orang terduga TBC. Penyakit yang umumnya menyerang paru-paru ini juga berpotensi menyebar ke organ lain seperti otak, tulang, hingga ginjal.

Sebagai langkah percepatan eliminasi TBC, Pemkab Pacitan menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.2/701/408.36/2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Indrata Nur Bayuaji pada 5 Agustus 2025 lalu. Edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.

Menurut Bupati Indrata, atau yang akrab disapa Mas Aji, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di dunia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi setelah India, dengan estimasi 1 juta kasus baru setiap tahun.

“Penanggulangan TBC ini tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DPMD, hingga pemerintah kecamatan dan desa. Target kita, eliminasi TBC pada 2030,” tegasnya.

Dalam surat edaran tersebut, Bupati menginstruksikan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

  • Dinas Kesehatan dan Puskesmas memperkuat surveilans, penemuan kasus dini, pemberian terapi pencegahan, dan edukasi masyarakat.
  • DPMD mengintegrasikan program penanggulangan TBC ke dalam perencanaan dan pemanfaatan Dana Desa.
  • Dinas Sosial memberi insentif khusus bagi warga terdampak TBC.
  • Dinas Pendidikan menggelar kampanye dan skrining TBC di sekolah.
  • Diskominfo menyebarluaskan informasi TBC melalui berbagai kanal komunikasi.
  • Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja melindungi hak pasien TBC di tempat kerja.
  • Camat dan Kepala Desa membentuk Desa Siaga TBC dan memasukkan program ini ke dokumen pembangunan desa.

Setiap sektor juga diminta melakukan evaluasi berkala serta melaporkan capaian dan tantangan di lapangan.

“Harapannya, seluruh pihak melaksanakan instruksi ini dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tutup Mas Aji. (Not

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan di Pacitan

25 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Trending di Kesehatan