Menu

Mode Gelap
Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

Bencana Alam

Ini Potensi Bencana Gempa Bumi Yang Bisa Terjadi di Pacitan

badge-check

PACITAN – lensapacitan.com, Potensi gempa bumi di Pacitan sangat tinggi. Sesar Grindulu telah menunjukkan tanda-tanda aktif. Sementara di laut, palung raksasa alias megatrust juga mengancam.
‘’Bencana itu ada di sekitar kita dan tidak bisa diramalkan kedatangannya,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo Minggu (17/11/2019).
Menurut dia, Sesar Grindulu menyimpan energi luar biasa. Gempa bermagnitudo lebih dari 7 SR bisa dimunculkan. Dampaknya bisa serupa gempa Jogja 2006 akibat gerakan Sesar Opak.
Bahkan, gempa tektonik 3,1 SR di daratan Pacitan Kamis (7/11) lalu merupakan gerakan Sesar Grindulu. ‘’Kepastian itu dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika),’’ ungkapnya.
Didik mengatakan gerakan Sesar Grindulu sering terjadi. Berdasarkan resume, lanjut dia, gerakan Sesar Grindulu sempat terjadi empat kali dalam sehari. Namun, tidak semua getaran bisa dirasakan warga karena magnitudonya rendah.
‘’Dengan sering gempa, potensi bencana besar akan berkurang. Energi Sesar Grindulu tidak keluar dalam sekali waktu,’’ paparnya.

Potensi bencana juga datang dari palung raksasa alias megatrust. Pesisir Pacitan terancam gempa hebat dan tsunami. Energi yang bisa dikeluarkan megatrust mencapai lebih dari 8 SR.

‘’Beruntung belakangan sering terjadi gempa dengan magnitudo rendah yang merupakan pelemahan energi,’’ ujarnya.
Catatan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Pacitan, telah terjadi 29 kali gempa Oktober sampai pertengahan November 2019. Baik di darat maupun di laut. Kekuatan gempat paling rendah 2,4 SR. Sementara tertinggi, 4,9 SR.
‘’Penting untuk meningkatkan kewaspadaan. Bagaimanapun juga, kita berada di kawasan berpotensi bencana,’’ pungkas Didik.(not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Trending di Bencana Alam