Menu

Mode Gelap
Data Dibobol, Hidup Hancur, Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal Safari Ramadhan di PLN Nusantara Power UP Pacitan, Dirut Tekankan Keandalan dan Integritas Kerja Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr

Pertanian

Harga Tembakau di Pacitan Terus Naik, Petani Optimis Perluas Lahan

badge-check


 Harga Tembakau di Pacitan Terus Naik, Petani Optimis Perluas Lahan Perbesar

Pacitan – lensapacitan.com, Para petani tembakau di Kabupaten Pacitan boleh tersenyum lebar. Pasalnya, dari tahun ke tahun, harga panen tembakau mereka terus mengalami kenaikan.

Menurut Kabid Perkebunan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Pacitan, Joko Rinanto, saat ini harga tembakau kualitas super sudah menyentuh kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram (kg). “Rata-rata, petani bisa menjual dengan harga Rp 30 ribu per kg,” kata Joko saat dikonfirmasi, Senin (14/10).

Seiring dengan kenaikan harga tembakau, para petani semakin terdorong untuk memperluas lahan tanam mereka. Selain itu, mereka juga semakin maju dalam pengembangan teknologi. “Selain peningkatan jumlah lahan, bantuan langsung tunai (BLT) juga bertambah. Sekarang ini, pengelolaan kelembagaan sudah sistematis, inovatif, dan terukur,” lanjut Joko.

Baca Juga: Jumlah Penerima BLT DBHCHT di Pacitan Meningkat 17 Persen, Sasar Lebih dari 5.000 Buruh Pabrik dan Tani

Dari segi manajemen, baik manajemen proses, hasil, maupun dampak sudah mulai terlihat. Salah satu indikasinya adalah antusiasme petani untuk menambah luas lahan tanam dan menjual dengan harga yang layak di tingkat gudang.

Secara teknis, irigasi juga menjadi perhatian khusus. “Dengan irigasi yang memadai, kuantitas dan kualitas panen akan lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joko mengungkapkan bahwa lebih dari setengah jumlah kecamatan di Pacitan sudah bisa disebut sebagai sentra pertanian tembakau, seperti Kecamatan Tegalombo, Kebonagung, Sudimoro, Tulakan, Nawangan, Bandar, Punung, dan Pringkuku. Sedangkan kecamatan lainnya hanya memiliki beberapa area khusus untuk pertanian tembakau.

Joko juga menyebut bahwa setiap tahun jumlah lahan tanam terus meningkat. Pada tahun 2023, luas lahan tembakau mencapai 307 hektare, dan pada tahun 2024 meningkat menjadi 468 hektare.

“Untuk satu hektare lahan, dapat ditanam sekitar 14 ribu hingga 15 ribu batang tembakau. Jenis Virginia dari satu hektare lahan menghasilkan kurang lebih 1,2 ton tembakau rajangan kering, jenis Grompol menghasilkan sekitar 1,8 ton, dan jenis Jawa menghasilkan sekitar 0,8 ton per hektare,” tegasnya. (Red/yun).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

8 Februari 2026 - 17:26 WIB

252 Bonsai Ramaikan Kontes HUT Pacitan ke-281, Harga Ada yang Tembus Rp 50 Juta

6 Februari 2026 - 13:36 WIB

Bendungan Tukul Jadi Penopang Kehidupan Warga Arjosari, Atasi Kekeringan dan Banjir

16 Desember 2025 - 14:03 WIB

Budiman Sudjatmiko Tanam Padi Bersama Petani Pacitan, Serahkan Bantuan Benih

20 November 2024 - 11:36 WIB

Tekan Inflasi, Pemkab Pacitan Ajak Masyarakat Tanam Cabai

14 November 2024 - 20:29 WIB

Trending di Pertanian