Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Pertanian

Bendungan Tukul Jadi Penopang Kehidupan Warga Arjosari, Atasi Kekeringan dan Banjir

badge-check


 Bendungan Tukul Jadi Penopang Kehidupan Warga Arjosari, Atasi Kekeringan dan Banjir Perbesar

Pacitan – Keberadaan Bendungan Tukul di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Infrastruktur strategis ini menjadi penopang utama kebutuhan air bersih, irigasi pertanian, sekaligus pengendali banjir bagi wilayah hilir Kabupaten Pacitan.

Sejak mulai beroperasi, bendungan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan air, terutama saat musim kemarau. Desa-desa di wilayah hilir seperti Karangrejo, Gayuhan, dan Jatimalang kini tidak lagi mengalami kekeringan parah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Pengelola Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Wahyu Nugroho, mengatakan bendungan berfungsi sebagai sistem pengatur aliran air agar dapat dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat.

“Air dari bendungan disalurkan untuk irigasi pertanian dan air baku rumah tangga. Manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh warga, terutama petani yang kini lebih pasti dalam mengatur pola tanam,” ujarnya.

Selain menjadi sumber air, Bendungan Tukul juga berperan penting dalam mitigasi banjir. Saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat, bendungan menampung aliran air agar tidak langsung mengalir ke wilayah permukiman di hilir.

“Ketika terjadi hujan lebat, air dari anak sungai ditampung terlebih dahulu di waduk sehingga debit air yang mengalir ke bawah tidak terlalu besar dan dapat mengurangi risiko banjir,” jelas Wahyu.

Di sisi lain, kawasan Bendungan Tukul juga mulai dikenal sebagai destinasi lingkungan dengan panorama perbukitan yang asri. Akses jalan yang memadai mendukung kegiatan operasional pengelolaan sekaligus membuka potensi wisata berbasis alam.

Namun demikian, pengelola mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan di sekitar waduk. Partisipasi warga sangat diperlukan agar fungsi bendungan tetap optimal dan tidak terganggu oleh aktivitas yang merusak ekosistem.

“Kelestarian lingkungan menjadi kunci agar Bendungan Tukul dapat terus menopang ketahanan pangan, menjaga ketersediaan air, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pacitan dalam jangka panjang,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

8 Februari 2026 - 17:26 WIB

252 Bonsai Ramaikan Kontes HUT Pacitan ke-281, Harga Ada yang Tembus Rp 50 Juta

6 Februari 2026 - 13:36 WIB

Budiman Sudjatmiko Tanam Padi Bersama Petani Pacitan, Serahkan Bantuan Benih

20 November 2024 - 11:36 WIB

Tekan Inflasi, Pemkab Pacitan Ajak Masyarakat Tanam Cabai

14 November 2024 - 20:29 WIB

Musim Penghujan Bawa Berkah bagi Penjual Bibit Pertanian di Desa Pelem, Pacitan

28 Oktober 2024 - 07:23 WIB

Trending di Pertanian