Menu

Mode Gelap
Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

Kesehatan

Desa Jatimalang Endemik DBD, 17 Warga Terinfeksi

badge-check

 ARJOSARI, lensapacitan.com, Sendi Susanti linu-linu, terasa pegal disekujur tubuh meski tak melakukan aktifitas. Demam tinggi tiga hari tak kunjung turun membuatnya tambah panik. Kecurigaannya kian menjadi-jadi, usai warga dusun Krajan Kulon, Jatimalang, Arjosari, itu berobat ke puskemas setempat namun tak kunjung sembuh.

 ‘’Karena masih gak enak badan panas dingin akhirnya hari ketiga saya langsung ke rumah sakit,’’ ujar Susanti

Kaget bukan kepalang, ternyata perempuan paruh baya itu didiaknosa dokter terserang demam berdarah dengue (DBD). Tak hanya, Susanti, anaknya yang masih remaja pun ikut dirujuk ke IGD usai alami gejala serupa. Beruntung, enam hari terbaring dikamar inap. Susanti diijinkan pulang ke rumah. ‘’Saya juga sempat muntah-muntah, badan rasanya linu-linu seperti ditusuk-tusuk,’’ ungkap Susanti

Tak hanya Susanti, Kepala Dusun (Kasun) Krajan Kulon, Jatimalang, Arjosari Agus Setyono mencatat 17 warganya turut dirujuk ke IGD RSUD dr Darsono lantaran alami gejala panas dingin. Dimulai awal penghujan lalu, hingga kini dua orang belum pulang dan masih jalani perawatan. Mulek temuan tersebut berdekatan dalam tiga RT berbeda. 

‘’Kebanyakan tetangga kanan kirinya, gejalanya sama linu-linu dan panas dingin beberapa hari,’’ ungkap Agus

Agus menungkapkan ledakan DBD baru kali ini ditemui di dusunnya. Meski sempat ditemui di periode sebelumnya, namun jumlahnnya tak sebanyak musim penghujan kali ini. Bahkan, saban minggu, masyarakat dikerahkan menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

 Termasuk, memastikan lingkungan tak ditemukan adanya sampah yang berserakan antisipasi tempat bertelurnya jentik. ‘’Kemarin kita lakukan seminggu dua kali, antisipasi jangan sampai ada warga yang terkena DBD lagi,’’ pungkas Agus. (Dn) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Trending di Kesehatan