Pacitan – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional Tahun 2026, kelompok masyarakat Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan menggelar simulasi kecelakaan air (laka air) di kawasan wisata Watu Mejo Mangrove Park Minggu (26/4/2026).
Simulasi tersebut menggambarkan situasi aktivitas harian di tambak udang milik unit usaha kelompok masyarakat yang tengah ramai. Sejumlah pekerja tampak membersihkan kolam tambak, sementara pengunjung wisata juga memadati lokasi. Disaat bersamaan, sekelompok ibu-ibu yang sedang berolahraga pagi mendapati seorang pekerja tambak tercebur ke dalam kolam hingga tenggelam.
Kejadian itu sontak memicu kepanikan. Para ibu berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang tengah beraktivitas, seperti mencari rumput dan memancing, bergegas memberikan bantuan. Namun, karena keterbatasan kemampuan, upaya penyelamatan belum maksimal.
Dua orang anggota kelompok kemudian sigap mengambil pelampung dan ban untuk mengevakuasi korban. Setelah berhasil diangkat ke daratan, korban langsung mendapatkan penanganan awal.
Sejumlah pelajar yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) yang kebetulan sedang berlatih di kawasan wisata tersebut turut membantu proses pertolongan pertama.
Ketua kelompok masyarakat, Slamet Riyadi, mengatakan bahwa kegiatan simulasi ini rutin dilakukan sebagai bentuk edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana maupun kecelakaan kerja.
“Kegiatan simulasi ini terus kami lakukan untuk mengedukasi dan mengingatkan kelompok agar tidak lengah terhadap ancaman bencana maupun kecelakaan kerja,” ujarnya.
Selain simulasi, peserta juga mengikuti puncak peringatan HKB secara daring yang dipusatkan di Banda Aceh. Kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan kentongan secara serentak sebagai simbol kesiapsiagaan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat melalui program Desa Tangguh Pesisir. Program tersebut menekankan pentingnya peningkatan mitigasi bencana, mengingat posisi geografis Dusun Kiteran yang berada di pesisir selatan Pacitan.
“Kami juga melibatkan remaja agar tumbuh jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” tambah Indar Siswoyo.





















