Menu

Mode Gelap
Dilaporkan Hilang, Parwati Warga Jetak, Pacitan Ditemukan di Sleman Gotong Royong Nelayan Pacitan Pertahankan Tradisi Tangkap Ikan Eretan Kasus PMK Masih Ditemukan, Dinas Pastikan Tak Ada Lonjakan Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik Atlet Angkat Besi Pacitan Luluk Diana Terima Bonus dari Pemkab Pacitan Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muat Ayam Nyaris Terjun ke Jurang di Jalur Pacitan–Pringkuku

Peternakan

Kasus PMK Masih Ditemukan, Dinas Pastikan Tak Ada Lonjakan

badge-check


 Kasus PMK Masih Ditemukan, Dinas Pastikan Tak Ada Lonjakan Perbesar

LENSA PACITAN  – Dinas terkait memastikan hingga saat ini tidak terjadi lonjakan signifikan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Kabupaten Pacitan. Meski masih ditemukan kasus, kondisinya dinilai relatif terkendali.

Berdasarkan data, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 636 ekor ternak terpapar PMK, dengan 34 ekor mati dan 16 ekor dilakukan pemotongan paksa. Sementara pada tahun 2024, kasus PMK turun drastis menjadi 8 ekor ternak, tanpa adanya laporan kematian maupun pemotongan paksa.

Namun pada tahun 2025, jumlah kasus kembali meningkat dengan total 1.518 ekor ternak terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut, 197 ekor dilaporkan mati dan 74 ekor harus dipotong paksa. Meski demikian, petugas menegaskan peningkatan tersebut belum dapat disebut sebagai lonjakan kasus yang masif.

“Tidak terjadi peningkatan signifikan. Kasus masih ditemukan, namun tidak terjadi lonjakan.” jelas Sri Indriana, Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan saat dikonfirmasi Beritajatim.com Jumat (9/1/2026).

Ana Menyebut, salah satu faktor munculnya kembali kasus PMK adalah kondisi pancaroba atau peralihan musim. Situasi ini dinilai hampir serupa dengan penyakit pada manusia, dimana perubahan cuaca dapat mempengaruhi daya tahan tubuh ternak.Iya, salah satu faktor. Pancaroba. Hampir sama dengan penyakit manusia.

“Salah satu faktor adalah musim pancaroba, karena penyakit ini hampir sama dengan penyakit manusia,”jelasnya.

Untuk mencegah penyebaran PMK, peternak diimbau meningkatkan sanitasi dan kebersihan kandang, menjaga kandang tetap kering, serta memberikan pakan berkualitas dan vitamin secara rutin. Selain itu, pembatasan keluar masuk hewan maupun orang ke area kandang juga dinilai penting guna meminimalkan risiko penularan.

Peternak juga diminta segera memisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit dari ternak sehat, serta segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan apabila ditemukan indikasi PMK. Dinas terkait memastikan stok desinfektan masih tersedia dan dapat diperoleh dengan menghubungi petugas di lapangan.

“Untuk desinfektan silahkan menghubungi petugas dinas,“ pungkas Ana

Dengan langkah pencegahan tersebut, pemerintah berharap penyebaran PMK dapat terus ditekan dan tidak berdampak lebih luas terhadap sektor peternakan di Pacitan. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pedet Berkaki Enam Lahir di Pringkuku, Pacitan, Bikin Heboh Warga

25 Oktober 2025 - 06:23 WIB

Desa Jeruk Siap Jadi Kawasan Pengembangan Peternakan Domba Unggulan di Pacitan

6 Agustus 2025 - 13:47 WIB

Vaksinasi PMK di Desa Gondosari, Punung Upaya Mencegah Penyebaran yang Meluas

31 Januari 2025 - 18:46 WIB

Vaksinasi PMK Gencar Dilakukan di Kecamatan Pringkuku, Pacitan

28 Januari 2025 - 14:33 WIB

Pemkab Pacitan Siapkan Ganti Rugi Sapi Terdampak PMK, Ini Syaratnya

26 Januari 2025 - 19:28 WIB

Sugeng Santoso, Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian kabupaten pacitan
Trending di Peternakan