Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Kesehatan

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

badge-check


 Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan  Perbesar

LENSA PACITAN – Kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) kembali muncul di Kabupaten Pacitan dan menunjukkan tren peningkatan. Selama tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat sedikitnya 15 balita terinfeksi penyakit yang dikenal mudah menular tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, menjelaskan bahwa HFMD merupakan infeksi yang umum terjadi pada anak kecil dan dapat menyebar cepat melalui kontak langsung, percikan droplet, hingga benda yang terkontaminasi virus.

“HFMD bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana asalkan dilakukan secara konsisten,” ungkap Farida, Rabu (10/12/2025).

Ia menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, terutama setelah mengganti popok, buang air, atau ketika anak batuk dan bersin. Kebersihan lepuhan pada anak yang terjangkit juga harus dijaga agar tidak terjadi infeksi tambahan.

Farida juga mengimbau agar orang tua menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor serta rutin membersihkan barang-barang yang sering disentuh anak, seperti mainan, gagang pintu, hingga remote control.

“Anak harus dijauhkan dari kontak langsung dengan penderita, misalnya berpelukan atau berciuman, dan diajarkan etika batuk serta bersin,” tambahnya.

Meski umumnya ringan, Flu Singapura dapat menyebar luas di lingkungan balita seperti rumah, TPA, dan PAUD. Karena itu, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam, sariawan, atau ruam dan lepuhan di tangan serta kaki.

“Kewaspadaan sangat diperlukan agar penularan dapat ditekan. Penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama pencegahan,” tegas Farida.(Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

11 Juni 2026 - 09:07 WIB

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Trending di Kesehatan