Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Bencana Alam

Krisis Air Bersih di Pacitan Berlanjut, Warga Desa Klesem Hanya Andalkan Bantuan

badge-check


 Krisis Air Bersih di Pacitan Berlanjut, Warga Desa Klesem Hanya Andalkan Bantuan Perbesar

PACITAN – Meski beberapa wilayah di Kabupaten Pacitan sudah mulai diguyur hujan, krisis air bersih di Kecamatan Kebonagung masih berlanjut. Sebagian besar daerah di Pacitan masih mengalami kemarau, menyebabkan sumur-sumur warga mengering. Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Dusun Salam, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, di mana warga sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih dari berbagai pihak.

 

Begitu mobil bantuan air tiba, warga langsung berkumpul membawa wadah seperti toren, ember, jerigen, hingga bekas galon air mineral untuk menampung air bersih. Mereka mengisi wadah masing-masing dengan air yang diberikan, lalu membawa pulang untuk memenuhi tampungan air di rumah. Bahkan, sebagian warga yang biasanya pergi ke ladang harus menunda aktivitas mereka demi menunggu bantuan air.

 

“Kami harus menunggu bantuan, karena kalau ke sumber air yang tersisa, jaraknya bisa mencapai 7 kilometer. Itu pun sering tidak kebagian air,” ungkap Siti Fatimah, salah seorang warga.

 

Selama musim kemarau ini, Siti Fatimah mengaku sudah empat kali membeli air bersih dengan tarif Rp 75 ribu untuk seribu liter air, yang hanya cukup untuk kebutuhan seminggu. 

 

Sementara itu, warga lainnya, Sujiatun, memilih mencari air sendiri di sumber yang masih ada dengan mengisi bahan bakar motor dan menempuh jarak jauh, karena membeli air membutuhkan biaya yang besar.

 

“Kalau beli bensin bisa untuk kemana-mana, meski jaraknya jauh ya tetap mengambil air dari pancuran, sekalian mandi dan mencuci,”katanya.

 

Bantuan air kali ini datang dari para relawan Human Initiative, yang merespons permohonan warga sejak dua pekan lalu. Sebanyak 30 ribu liter air diberikan kepada warga yang terdampak kekeringan, yang telah dirasakan sejak awal Agustus 2024. 

 

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan,” ujar Ahmad Rifai, salah seorang relawan yang terlibat dalam distribusi bantuan air.

 

Krisis air bersih yang terus berlanjut ini masih menjadi tantangan besar bagi warga Pacitan, terutama di wilayah-wilayah yang belum mendapat curah hujan yang cukup. Warga berharap bantuan air bersih terus mengalir hingga musim kemarau benar-benar berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Trending di Bencana Alam