Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Kesehatan

Leptospirosis Kembali Muncul di Pacitan Ngadirojo Catat Kasus Tertinggi

badge-check


 Leptospirosis Kembali Muncul di Pacitan Ngadirojo Catat Kasus Tertinggi Perbesar

Ngadirojo – Kasus Leptospirosis kembali menyerang warga Pacitan, sebanyak 102 warga terjangkit virus tikus selama rentang waktu 2024, dengan kecamatan Ngadirojo menjadi yang tertinggi, mencatat 44 kasus di mana 3 di antaranya masih dirawat.

“Sebenarnya, dibandingkan tahun 2023, ada tren penurunan kasus hingga 50 persen dalam periode yang sama,” kata dr. Rini Endrawati, Kepala Puskesmas Ngadirojo, Senin(22/4/2024). 

Sejak Januari hingga April, total yang dirawat di Puskesmas Ngadirojo mencapai 44 pasien. Rinciannya adalah 5 pasien di bulan Januari, satu pasien di bulan Februari, 11 pasien di bulan Maret, dan tertinggi di bulan April dengan 27 pasien.

“Saat ini, ada tiga pasien yang masih dirawat,” lanjutnya. 

Pasien yang terjangkit leptospirosis umumnya mengalami gejala panas tinggi disertai mual, muntah, diare, dan nyeri pada betis.

“Itu merupakan gejala atau karakteristik khas bagi pasien terjangkit leptospirosis,”jelasnya.

Rini mennambahkan, pasien menjalani rawat inap rata-rata selama 3 sampai empat hari, dan diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh. 

“Semua pasien dapat kami rawat, tidak ada kasus fatal yang terjadi pada pasien. Kami melakukan intervensi preventif dengan melakukan edukasi terutama aspek PHBS kebersihan pribadi dan lingkungan pada seluruh masyarakat,”tambahnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, drg. Nur Farida, mengatakan bahwa pada tahun 2024, kasus akibat virus Leptospira menjangkiti 102 warga Pacitan sejak bulan Januari hingga sekarang. Pada periode yang sama tahun lalu, terdapat 408 kasus.

Puskesmas Ngadirojo menjadi yang paling banyak kasusnya karena wilayah puskesmas tersebut mencakup penderita dari wilayah Puskesmas Wonokarto dan Tulakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

11 Juni 2026 - 09:07 WIB

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Trending di Kesehatan