Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Pemerintahan

45 Desa di Pacitan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II, Ronny Wahyono: “Hak Masyarakat Hilang”

badge-check


 45 Desa di Pacitan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II, Ronny Wahyono: “Hak Masyarakat Hilang” Perbesar

LENSA PACITAN– Puluhan desa di Kabupaten Pacitan gagal mencairkan Dana Desa (DD) tahap II tahun 2025. Total 45 desa tercatat tidak dapat menerima anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat. Kondisi ini memantik keprihatinan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Pacitan, Ronny Wahyono.

Ronny menyesalkan hangusnya anggaran tersebut di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, dana yang bersumber dari uang rakyat sejatinya menjadi hak masyarakat untuk merasakan pembangunan secara merata.

“Sayang sekali, hak masyarakat untuk menikmati pembangunan di segala bidang akhirnya hilang,” ujar Ronny Wahyono, Minggu (30/11/2025).

Mantan Ketua DPRD Pacitan itu menilai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait semestinya melakukan pembinaan intensif kepada pemerintah desa. Ia berharap persoalan serupa tidak kembali terulang di tahun mendatang.

“Jajaran terkait seharusnya melakukan pembinaan semaksimal mungkin agar segala persoalan yang menghambat pencairan dana bisa diatasi. Semoga menjadi pelajaran ke depannya,” tegasnya.

Ronny juga mendorong Pemkab Pacitan dan DPRD untuk meningkatkan monitoring serta evaluasi pengelolaan keuangan di tingkat desa hingga kabupaten. Evaluasi menyeluruh dinilai penting agar program pembangunan desa tetap berjalan optimal.

“Anggaran desa harus bisa terealisasi maksimal untuk masyarakat. Pada akhirnya, ini mendukung pencapaian visi dan misi Bupati Pacitan,” pungkasnya.

DPMD Pacitan: Sudah Diingatkan Sejak Mei, Banyak Desa Tetap Lalai.

Di sisi lain, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pacitan menyebut bahwa pihak desa sebenarnya telah diingatkan sejak Mei 2025 untuk segera memproses pengajuan pencairan DD tahap II.

Kabid Pemerintahan Desa DPMD Pacitan, Sigit Dani Yulianto, menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena banyak desa tidak segera mengajukan dokumen melalui aplikasi OM-SPAN.

“Sebenarnya sudah kami ingatkan untuk segera mencairkan. Namun ada yang tidak segera mengajukan,” jelas Sigit.

Masalah semakin rumit ketika banyak desa baru mengirimkan berkas ke KPPN Pacitan setelah 17 September 2025. Pada tanggal tersebut, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) telah menginstruksikan penghentian sementara penyaluran DD tahap II.

Terbitnya PMK 81 Tahun 2025 kemudian mempertegas bahwa dana desa tahap II yang belum masuk ke rekening kas desa hingga batas waktu tersebut tidak dapat disalurkan kembali.

Kegagalan pencairan ini menjadi evaluasi penting bagi seluruh desa di Pacitan. Selain merugikan masyarakat, fenomena ini juga dapat menghambat berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pendampingan agar kejadian serupa tidak terulang di tahun berikutnya.(Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi

11 Juli 2026 - 15:41 WIB

Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP

11 Maret 2026 - 11:48 WIB

Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal

11 Maret 2026 - 11:42 WIB

Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025

11 Maret 2026 - 11:37 WIB

Karier Bendahara Desa Klesem Terancam, Diduga Selewengkan Anggaran Desa

4 Februari 2026 - 20:22 WIB

Trending di Pemerintahan