Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Takut Kehabisan, Warga Berebut Beras Murah di Pasar Arjosari Pacitan

badge-check


 Takut Kehabisan, Warga Berebut Beras Murah di Pasar Arjosari Pacitan Perbesar

Suasana Pasar Arjosari mendadak ramai, Selasa, saat sebuah truk pengangkut beras dan minyak goreng berhenti tepat di depan area pasar. Dengan langkah tergopoh-gopoh, sejumlah warga berlari keluar dari dalam pasar untuk memastikan tidak kehabisan bahan pokok murah yang dijual melalui program pasar murah Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Truk tersebut mengangkut sekitar 30 ton beras SPHP serta karton minyak goreng Minyakita yang dijual dengan harga di bawah pasaran dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Takut nggak kebagian beras, katanya ada pasar murah. Ternyata masih banyak,” ujar Mestiyah, salah satu pengunjung Pasar Arjosari Pacitan.

Sesuai ketentuan, setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli maksimal dua bungkus beras dan dua liter minyak goreng. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan adanya pembeli yang memperoleh lebih dari batas tersebut. Ironisnya, pelanggaran itu justru dilakukan oleh oknum pedagang pasar yang diduga membeli dalam jumlah lebih untuk dijual kembali.

Menanggapi temuan tersebut, Camat Arjosari Didik Darmawan menegaskan bahwa program GPM seharusnya benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan dagang.

“Kami sudah mengingatkan petugas agar penjualan dibatasi sesuai aturan, maksimal dua bungkus beras dan dua liter minyak goreng per orang. Jika ada pedagang yang membeli lebih untuk dijual kembali, itu jelas melanggar tujuan program,” tegas Didik Darmawan.

Ia menambahkan, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan panitia pelaksana dan aparat terkait untuk melakukan pengawasan lebih ketat pada pelaksanaan pasar murah berikutnya.

“Program ini murni untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok. Harapannya bisa menstabilkan harga dan mengurangi beban warga, terutama menjelang hari-hari besar dan saat daya beli menurun,” imbuhnya.

Gerakan Pangan Murah sendiri merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, sekaligus menekan potensi lonjakan harga di tingkat pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi