Menu

Mode Gelap
Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

Peristiwa

Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi

badge-check


 Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Perbesar

LENSA PACITAN – Karmin, warga Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, terpaksa menjalani hidup di dalam rumah pasung selama bertahun-tahun akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya.

Karmin harus tinggal di bangunan semi permanen berukuran sekitar 2 x 2 meter yang dibangun khusus oleh adik kandungnya di belakang rumah. Di dalam ruang sempit itu, tersedia sebuah WC yang digunakan Karmin untuk buang air besar sekaligus sebagai tempat tidur.

Menurut Jarmi, Adik Ipar Karmin, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir sejak Karmin tinggal bersamanya. Sebelumnya, Karmin dirawat oleh ibunya hingga sang ibu meninggal dunia.

“Kalau ikut saya itu sekitar lima tahunan. Sebelumnya ikut ibunya. Setelah ibunya meninggal, ikut saya dulunya juga ditempatkan ruang khusus,” ujar Jarmi Rabu (14/1/2026).

Gangguan kejiwaan Karmin diketahui telah muncul sejak remaja. Awalnya Karmin masih bisa berkeliaran seperti warga pada umumnya. Namun seiring waktu, ia kerap mengamuk, berteriak-teriak, dan merusak barang-barang di sekitarnya, sehingga orang tuanya memutuskan untuk memasung demi keselamatan keluarga dan lingkungan.

Di dalam rumah pasung tersebut, Karmin kerap berada tanpa busana. Setiap kali diberi pakaian, selalu dilepaskannya.

“Kalau tidak dipasung itu sering bengok-bengok atau ngamuk, sampai merusak barang-barang,” jelas Jarmi.

Selama ini, kebutuhan makan Karmin dipenuhi oleh Sukir, adik kandungnya, yang setiap hari memberi makan sebanyak tiga kali.

Kabar baik datang pada hari ini. Karmin akhirnya dievakuasi dan menjalani rehabilitasi oleh Ipda Purnomo bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Ya senang sekali, akhirnya ada yang peduli. Mudah-mudahan bisa sembuh,” pungkas Jarmi dengan nada haru. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades

15 Januari 2026 - 19:24 WIB

Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin

15 Januari 2026 - 19:07 WIB

Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan

13 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dilaporkan Hilang, Parwati Warga Jetak, Pacitan Ditemukan di Sleman

10 Januari 2026 - 19:50 WIB

Damkar Satpol PP Pacitan Evakuasi Sarang Vespa dan Ular Kobra di Pringkuku

8 Januari 2026 - 21:54 WIB

Trending di Peristiwa