Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Gaya Hidup

Rofiq, Warga Jetak, Pacitan Temukan Bahan Batu Akik Bermotif Logo HUT RI ke-80

badge-check


 Rofiq, Warga Jetak, Pacitan Temukan Bahan Batu Akik Bermotif Logo HUT RI ke-80 Perbesar

Pacitan – Kegembiraan Rofiq, warga Dusun Godeg Wetan, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan, tak terbendung. Pengrajin akik kawakan itu menemukan bahan akik unik dengan motif angka 8.0 yang menyerupai logo peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Seneng banget, tidak sengaja saya dapat batu dari Sungai Keladen. Setelah saya belah, ternyata ada angka delapan dan nol. Mirip dengan logo HUT RI,” ungkap Rofiq kepada Lensa Pacitan Minggu (24/8/2025).

Ia menceritakan, batu tersebut ditemukan sekitar enam hari lalu, tepatnya Senin (18/8/2025). Saat itu, dirinya memperoleh puluhan bahan akik ketika mencari di sungai, namun perhatiannya langsung tertuju pada satu batu berbentuk karang dengan motif mencolok.

“Dapat batunya banyak, tapi ada satu yang berbeda. Dari bentuk dan coraknya langsung menarik perhatian,” jelasnya.

Menurut rencana, batu akik tersebut akan dibiarkan natural. Rofiq hanya akan membentuknya oval tanpa dipoles, agar nuansa estetik alaminya tetap terjaga. Ia pun berharap kelak batu itu bisa bertemu dengan kolektor yang tepat.

Pria 37 tahun itu mengaku, penemuan kali ini menjadi yang paling berharga selama puluhan tahun menekuni dunia perakikan. Sebab, batunya unik dan pas dengan momentum peringatan kemerdekaan RI. “Karena batunya unik dan pas dengan momentumnya,”imbuhnya.

Ia juga berharap perakikan di Pacitan tetap eksis, mengingat masih banyak pengrajin dan penghobi batu akik di daerah tersebut.

“Semoga tetap bisa guyub rukun dalam mempertahankan perbatuan Pacitan, agar dunia akik kembali berjaya,” pungkasnya. (not).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila

26 Juni 2026 - 19:50 WIB

PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

9 Februari 2026 - 08:40 WIB

Grand Launching di Museum SBY–Ani, dr. Warkim Satukan Buku, Inovasi, dan Pengabdian untuk Pacitan

12 Januari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi EcoCycle Berbasis IoT–AI Diterapkan di Pacitan, Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jawab Tantangan Sampah

29 Desember 2025 - 16:18 WIB

106 Anak Pacitan Ikuti Khitan Massal Baznas dengan Metode Modern

19 November 2025 - 12:58 WIB

Trending di Gaya Hidup