Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

Kebudayaan

Ritual Adat dan Prosesi Pembuatan Gerabah Meriahkan Festival Lempung Agung 2024 di Desa Purwoasri

badge-check


 Ritual Adat dan Prosesi Pembuatan Gerabah Meriahkan Festival Lempung Agung 2024 di Desa Purwoasri Perbesar

Kebonagung -lensapacitan.com, Ratusan warga Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, menggelar prosesi budaya dalam rangka Festival Gerabah Lempung Agung pada Minggu (13/10/2024) sore. Festival ini merupakan ritual tahunan yang menggabungkan tradisi budaya dengan aktivitas pembuatan gerabah, yang menjadi ciri khas desa tersebut.

Ritual dimulai dengan berjalan kaki bersama-sama, dipimpin oleh sesepuh desa, dari rumah masing-masing menuju lahan persawahan yang menjadi sumber utama bahan baku gerabah. Para pria membawa tandu, cangkul, dan linggis, sementara para wanita membawa ubo rampe berupa kendi serta peralatan lain yang digunakan dalam pembuatan gerabah.

“Seluruh prosesi ini menggambarkan rutinitas warga Dusun Purwosari dan Gunung Cilik dalam memperoleh dan mengolah tanah sawah menjadi beragam produk gerabah,” jelas Hari Setyo Nugroho, Ketua Festival Lempung Agung.

Sesampainya di persawahan, dilakukan tradisi pengambilan tanah liat yang kemudian dibawa secara manual menggunakan tandu, diiringi oleh alunan musik gamelan yang terbuat dari gerabah. Rombongan warga kemudian berjalan dari Dusun Purwosari menuju Dusun Gunung Cilik, membawa tanah liat tersebut ke panggung utama.

“Upacara adat ini menjadi pengingat bahwa tanah lempung merupakan anugerah Sang Pencipta yang sangat bernilai bagi masyarakat Purwoasri. Oleh karena itu, penting untuk selalu bersyukur dan memohon keberkahan agar sumber daya ini terus membawa manfaat,” tambah Hari.

Di panggung utama, tanah liat tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Purwoasri, yang kemudian memberikan kepada pengrajin gerabah tertua di desa. Pengrajin itu lalu menyerahkan tanah liat kepada anak kecil, sebagai simbol harapan bahwa generasi pembuat gerabah akan terus terjaga dan tradisi ini tidak akan punah.

Baca Juga: Ribuan Warga Saksikan Kemeriahan Festival Kenthong Aji ke-2 di Sudimoro

Sebagian besar warga di Dusun Purwosari dan Gunung Cilik memang berprofesi sebagai petani sekaligus pengrajin gerabah. Mereka mengandalkan potensi alam untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan ekonomi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mengedukasi serta memotivasi generasi muda di Purwoasri untuk melanjutkan tradisi pembuatan gerabah,” tegas Hari.

Setelah prosesi utama, warga melanjutkan dengan doa bersama di sepanjang jalan, memohon perlindungan serta keberkahan agar usaha gerabah di desa ini terus berkembang. Acara ditutup dengan makan bersama tumpeng sebagai wujud kebersamaan.

Sebagai informasi, di Desa Purwoasri terdapat sekitar 70 pengrajin gerabah dari berbagai usia, yang menggantungkan kehidupan ekonomi mereka dari usaha ini. Festival Gerabah Lempung Agung pun diharapkan dapat menjadi ajang promosi dan peningkatan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya lokal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan