Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Kesehatan

Program STBM Lima Pilar di Pringkuku Terus Ditingkatkan, Tinggal Dua Desa yang Belum Tuntas

badge-check


 Program STBM Lima Pilar di Pringkuku Terus Ditingkatkan, Tinggal Dua Desa yang Belum Tuntas Perbesar

Pacitan – lensapacitan.com, Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar terus digalakkan di Kecamatan Pringkuku, Pacitan. Dari 13 desa yang ada, kini tinggal dua desa lagi yang belum mencapai STBM lima pilar, yaitu Desa Tamanasri dan Jlubang. Targetnya, kedua desa tersebut dapat merampungkan program ini pada tahun 2025.

Camat Pringkuku, Suwoto, menjelaskan bahwa program STBM di kecamatan ini telah dimulai sejak tahun 2018. Namun, pelaksanaannya sempat terhambat karena pandemi COVID-19 yang melanda selama beberapa tahun terakhir. 

“Kami sempat tertunda karena pandemi COVID-19, tapi sejak situasi kembali kondusif, program ini terus kami genjot agar seluruh desa dapat mencapai STBM lima pilar,” ujarnya.

Hingga tahun 2024, empat desa telah ditargetkan untuk menyelesaikan program ini, sementara dua desa lainnya akan dikejar penyelesaiannya hingga tahun 2025. Desa-desa yang telah mencapai STBM lima pilar di antaranya adalah Sobo, Pelem, Glinggangan, Sugihwaras, Pringkuku, Dadapan, Candi, Ngadirejan, Dersono, Poko, dan Watukarung.

Woto menegaskan bahwa dengan diterapkannya program STBM lima pilar, diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat menuju hidup bersih dan sehat melalui pemberdayaan komunitas.

“Penekanan kami adalah menciptakan perubahan perilaku higiene dan sanitasi serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. Dengan begitu, kami berharap berbagai penyakit yang berasal dari lingkungan dapat ditekan,” jelasnya.

Melalui penerapan STBM lima pilar, masyarakat didorong untuk mengurangi risiko penyakit menular, mengeliminasi sumber penyakit, memastikan air yang dikonsumsi dimasak terlebih dahulu, serta mengelola limbah rumah tangga seperti air bekas cucian dan limbah jamban. Selain itu, penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) juga diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah di lingkungan.

Camat Woto berharap, melalui program ini, derajat kesehatan masyarakat Pringkuku dapat terus meningkat dan tercipta lingkungan yang lebih sehat dan bersih. (Not) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

11 Juni 2026 - 09:07 WIB

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Trending di Kesehatan