Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Pertanian

Pemkab Pacitan Dorong Anak Muda Jadi Petani Milenial

badge-check


PACITAN, lensapacitan.com – Petani nampaknya tak terlalu dilirik para pemuda di Pacitan. Ditengah tingginya penggangguran, Pemkab setempat cemas regenerasi petani muda bakal menjadi kendala kedepan. Minim, kesadaran hingga muncul kelangkaan pahlawan pahlawan itu. 

Wakil Bupati Pacitan Gagarin mengatakan, kelangkaan petani bisa saja terjadi di Pacitan. Saat para pemuda, tak sadar bahwa keberadaan mereka tak juah dari kehidupan rumpun agraris dan gen agraris itu. Maklum, merujuk laporan BPS Pacitan 2020 lalu, mayoritas penduduk di Pacitan berkejar di sektor pertanian. 

‘’Jadi landasan filosofi harus ditanamkan dulu pada generasi muda, bahwa pekerjaan pertanian, perkebunan dan peternakan, jangan dianggap akhir dari segalanya tapi justru awal segalanya,’’ terang Gagarin saat Forum Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten (District Multi Stakeholder Forum/DMSF) Program Youth Enterpreneurship And Employment Support Service (YESS) di Gedung Karya Dharma, kemarin (8/3)

Menurut Gagarin, sejatinya para petani sukses terbilang banyak di Pacitan. Hanya saja, mereka memilih diam pun tak ingin menonjolkan dari, baik dimasyarakat pun kehidupan maya. Sebaliknya, sebagian ‘’kiblat’’ para milenial justru dilihat Gagarin muncul dari media sosial. Keberhasilan-keberhasilan semu yang kerap dipamerkan. 

‘’Walaupun tidak semua yang dipamerkan di media sosial itu semu, tapi mayoritas petani sukses tidak berkomunikasi di medsos,’’ katanya. 

Disamping itu, lanjut Gagarin, ditunjuknya Pacitan jadi salah satu dari empat kabupaten yang mendapat Progam YESS Kementrian Pertanian, diharapnya tak disia-siakan petani milenial. Namun sebaliknya, dia meminta pengelola progam tak asal comot petani dapat bantuan ratusan juta tersebut. Pun mesti petani berkualitas serta miliki semangat dan filosofi. Menjadi contoh petani generasi selanjutnya. 

‘’Gak terlalu banyak (petani, Red) tidak masalah, tapi harus jadi dulu, bisa jadi model, jangan sampai banyak tapi gagal,’’ pungkas Gagarin. 

Sementara itu, BPS Pacitan mencatat, pertanian masih menjadi primadona pekerjaan sebagian besar penduduk Pacitan. Pun ditahun 2020 lalu misalnya, jumlah petani meningkat 4 persen ketimbang tahun sebelumnya. Dari, semula 55.46 persen jumlah penduduk menjadi 59 persen, ditahun 2020. Ketimbang, bidang pekerjaan lain seperti manufaktur, serta jasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

8 Februari 2026 - 17:26 WIB

252 Bonsai Ramaikan Kontes HUT Pacitan ke-281, Harga Ada yang Tembus Rp 50 Juta

6 Februari 2026 - 13:36 WIB

Bendungan Tukul Jadi Penopang Kehidupan Warga Arjosari, Atasi Kekeringan dan Banjir

16 Desember 2025 - 14:03 WIB

Budiman Sudjatmiko Tanam Padi Bersama Petani Pacitan, Serahkan Bantuan Benih

20 November 2024 - 11:36 WIB

Tekan Inflasi, Pemkab Pacitan Ajak Masyarakat Tanam Cabai

14 November 2024 - 20:29 WIB

Trending di Pertanian