Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Headline

Pemkab Pacitan Berencana Batasi Perdagangan Sapi Di Pasar Hewan

badge-check

 

PACITAN – lensapacitan.com, Terindikasinya puluhan
sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pacitan membuat gundah para
peternak Pacitan. Mereka kawathir, ledakan penyakit bakal menjalar di Pacitan
seperti kabupaten-kabupaten tetangga. Terlebih jelang idul Adha yang semestinya
jadi momen peternak dulang penjualan.

Wakil Bupati Pacitan
Gagarin memastikan potensi masuknya PMK tersebut tengah menjadi perhatian
pemkab Pacitan. Baik pemeriksaan hewan terduga tertular, hingga pencegahan
penularan lanjutan. Serupa dengan peternak, dia tak ingin penyakit yang konon
telah bebas di Indonesia tersebut kembali mewabah di Pacitan. ‘’Pemerintah
Provinsi juga sudah rapatkan ini, termasuk rencana penyebaran vaksin PMK,’’
papar Gagarin.

Gagarin mengatakan,
vaksin PMK bakal beredar antara Juli hingga Agustus mendatang. Pun, serupa
dengan daerah lainnya, pihaknya berahap ketersediaan obat tersebut turut
didistribusikan di Pacitan. Menekan dan mencegah potensi meluasnya penyakit
pada ternak warga. Terlebih, Pacitan jadi salah satu penyumbang daging sapi
terbesar di Jawa Timur. ‘’Kalaupun nanti ada, kami harapkan peternak tidak
panik, apalagi PMK ini 90 persen bisa pulih dengan perawatan dan pengobatan,’’
tegas Gagarin.

Dia menambahkan, saat ini pemda tengah kaji rencana penutupan
pasar hewan di Pacitan. Pun, bilamana benar muncul penularan PMK kedepan.
Selain itu, dia berharap peternak menahan diri tak mengambil sapi dari luar
daerah, khususnya wilayah zona PMK. Disamping mandiri memeriksa dan melaporkan
sapi bilamana terindikasi tertular penyakit tersebut. ‘’Kita minta hindari
pergerakan ternak dulu, utamanya di area perbatasan seperti kecamatan Punung,
Bandar, ataupun wilayah lain,’’ tambah Gagarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Harapan di Sungai Kalisat

6 Maret 2026 - 10:08 WIB

Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara

8 Februari 2026 - 10:31 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Trending di Headline