Menu

Mode Gelap
Polres Pacitan Tahan Tarman, Terduga Pemalsu Cek Mahar Rp3 Miliar: Kasus Bermula dari Laporan Model A Ketidakakuratan Data DTSEN Picu Keluhan Bansos di Pacitan, Pendamping PKH: “Kunci Perbaikan Ada di Desa” Sheila Tetap Setia Dampingi Mbah Tarman Meski Suami Resmi Ditahan dalam Kasus Cek Rp3 Miliar Cek Rp3 Miliar Diduga Palsu, Kakek Tarman Resmi Ditahan Polres Pacitan APEDNAS Jatim Semprot Pemdes Pacitan: 45 Desa Kehilangan Dana Desa Rp10 Miliar Lebih Didapati di Perempatan Cuik, Pria “Tersesat” Berpindah-Pindah Kota Diduga Gunakan Modus Baru

Pemerintahan

Pacitan Optimalkan Sinergi Pentahelix untuk Penguatan BUMDes Melalui Program Sehati Bahagia 

badge-check


 Pacitan Optimalkan Sinergi Pentahelix untuk Penguatan BUMDes Melalui Program Sehati Bahagia  Perbesar

Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menggandeng berbagai elemen melalui program “Sehati Bahagia”. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pacitan menginisiasi sinergi pentahelix dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), media, tim ahli dari Kementerian Desa, akademisi, serta pelaku usaha.

Novia Wardhani, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan DPMD Pacitan, menjelaskan bahwa dari 164 BUMDes di Pacitan, baru 74 yang berstatus badan hukum. Sebanyak 90 BUMDes lainnya belum memiliki legalitas resmi, bahkan tiga desa belum membentuk BUMDes.

“Prioritas utama kami adalah penguatan kelembagaan. Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan usaha BUMDes sesuai dengan potensi desa masing-masing. Revitalisasi kelembagaan dan pengurusan badan hukum akan segera dilakukan,” kata Novia, Senin (22/9/2025).

Pendampingan intensif akan dilaksanakan mulai Agustus hingga September, melibatkan camat dan pendamping desa. Fokus utama meliputi penguatan kelembagaan, percepatan pengurusan badan hukum, dan penyusunan model usaha yang berbasis pada potensi lokal.

Plt Camat Tegalombo, Edy Wasana, menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan BUMDes sebagai wujud keseriusan dalam memajukan ekonomi pedesaan.

“Ini adalah bagian dari upaya percepatan untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pacitan yang semakin sejahtera, bahagia, dan mandiri,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar di Desa Kebondalem, Kecamatan Tegalombo, ini melibatkan para direktur BUMDes dari Kecamatan Arjosari dan Tegalombo.

Dengan pendekatan pentahelix, pemerintah berharap BUMDes di Pacitan tidak hanya kuat secara kelembagaan dan hukum, tetapi juga mampu berkembang sesuai dengan potensi lokal desa, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketidakakuratan Data DTSEN Picu Keluhan Bansos di Pacitan, Pendamping PKH: “Kunci Perbaikan Ada di Desa”

5 Desember 2025 - 15:53 WIB

APEDNAS Jatim Semprot Pemdes Pacitan: 45 Desa Kehilangan Dana Desa Rp10 Miliar Lebih

4 Desember 2025 - 16:35 WIB

Baginda Rahadian Pratama Terpilih Nahkodai KONI Pacitan 2025–2029

3 Desember 2025 - 19:37 WIB

45 Desa Gagal Serap Dana Desa Tahap II, DPRD Pacitan Tekankan Pentingnya Kecepatan Administrasi Pemdes

2 Desember 2025 - 20:11 WIB

Pendamping Desa Kecamatan Tulakan Ungkap Penyebab Gagal Cairnya Dana Desa Tahap II

2 Desember 2025 - 12:50 WIB

Trending di Pemerintahan