Menu

Mode Gelap
Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara Jelang Ramadhan, Menara Mushola Al Iman di Sumberharjo Pacitan Justru Ambruk Usai Gempa 6,4 Wagub Jatim Emil Dardak Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Pacitan Terbaru, Belasan Rumah di Pacitan Rusak Terdampak Gempa M 6,4, Warga Trauma Cek Rp3 Miliar Hilang, Penahanan ditangguhkan, Tarman Jalani Wajib Lapor Didampingi Istri

Pariwisata

Kembangkan Desa Wisata, TPPI Pacitan Study Banding Ke Desa Wisata Sepakung

badge-check

PACITAN – lensapacitan.com, Study banding bukan monopoli kalangan anggota legislatif saja. Sejumlah Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) Kabupaten Pacitan Jawa Timur selama dua hari mulai dari tanggal 17 hingga 18 Desember 2019 mengadakan kegiatan studi banding ke Desa Wisata Sepakung Kecamatan Banyu Biru Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah.

“Setidaknya ada sekitar 50 peserta Tenaga Pendamping  Profesional Indonesia/TPPI Kabupaten Pacitan yang mengikuti kegiatan tersebut,  yang terdiri dari Tenaga Ahli,  Pendamping Desa Pemberdayaan, Pendamping Desa Tenaga Infrastruktur dan Pendamping Lokal Desa,” kata Nur Wachidah Rosiani Penggagas kegiatan studi banding.

Sejak Dana Desa dikucurkan pemerintah mulai tahun 2015, pembangunan di desa semakin dinamis dan akseleratif. Banyak sekali proyek pembangunan infrastruktur pertanian, jalan desa, gedung sekolah, gedung olahraga, bahkan pembangunan embung desa.M

Menghindari penggunaan dana desa yang sebagian besar diwujudkan ke program-program infrastruktur,  TPPI Kabupaten Pacitan, tergerak berinisiatif melakukan kegiatan study banding untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam pengembangan desa wisata di wilayah Pacitan.

Sejumlah desa di Kabupaten Pacitan sangat potensial untuk digarap sebagai desa wisata seperti Sentono Gentong misalnya yang saat ini sudah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Nur Wachidah Rosiani, juga berharap study banding ke desa wisata ini dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan pembangunan desa di wilayah Kabupaten Pacitan. Selain itu para peserta setelah ini diharapkan mampu menggali potensi wisata di desanya masing-masing.

Lebih lanjut, kegiatan study banding tersebut tidak hanya sebatas berwisata dan bersenang-senang namun ada ide-ide kreatif dan gagasan yang ditangkap setelah kegiatan selesai.


Sementara itu Septian Dwi Cahyo, menambahkan, “Kegiatan ke Desa Sepakung ini sangat bermanfaat dalam kegiatan pendampingan pengembangan potensi desa melalui pengelolaan obyek wisata. Semoga kegiatan ini bisa diagendakan setiap tahunnya  ke tempat-tempat yang memiliki kemiripan wilayah dan potensi dengan Kabupaten Pacitan,” pungkasnya. (ip/not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga

15 Januari 2026 - 11:10 WIB

Gotong Royong Nelayan Pacitan Pertahankan Tradisi Tangkap Ikan Eretan

10 Januari 2026 - 19:42 WIB

Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Pacitan Tembus 174 Ribu Orang

7 Januari 2026 - 20:16 WIB

Gubernur Jatim dan Kaka Slank Tanam Mangrove, Resmikan Pusdiklat PRBBK di Watumejo Pacitan

23 Desember 2025 - 09:03 WIB

Paranet Semrawut di Pantai Klayar, Pemkab Pacitan Mulai Lakukan Penataan

30 November 2025 - 20:44 WIB

Trending di Pariwisata