Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Kesehatan

Kegiatan Posyandu Anyelir Pacitan Gencarkan Penanganan Stunting

badge-check


 Kegiatan Posyandu Anyelir Pacitan Gencarkan Penanganan Stunting Perbesar

Pacitan – Kelompok wanita dusun kiteran desa Kembang Kecamatan Pacitan terus menggiatkan upaya penanganan stunting di wilayahnya. Nur Eli Zanuari, salah satu kader Posyandu Anyelir, mengungkapkan bahwa meskipun saat ini belum ada dana yang stabil, kegiatan Posyandu terus berjalan dengan dukungan berbagai pihak.

 

“Sebelumnya, kami tidak memiliki banyak kegiatan, tetapi sekarang kami rutin melakukan kegiatan setiap bulan. Meski dananya saat ini masih vakum, Alhamdulillah, kita tetap bisa menyalurkan bantuan untuk Posyandu dan balita berkat dukungan dari berbagai pihak,” ujar Nur Eli.

 

Namun, ia juga menyoroti bahwa angka stunting di desanya masih cukup tinggi, dengan sekitar 18 anak yang masuk dalam kategori stunting. “Kami berharap ada lebih banyak dukungan dari Rumah Zakat, untuk penambahan makanan tambahan PMT serta alat cek kesehatan untuk lansia,” tambahnya.

 

Seperti diketahui, Kelompok Wanita Anyelir merupakan bagian dari program pengembangan desa pesisir tangguh yang diinisiasi oleh Rumah Zakat. Salah satu program andalannya adalah pembentukan kawasan wisata konservasi mangrove yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

 

Selain upaya pelestarian lingkungan, kelompok ini kini juga tengah fokus mengentaskan masalah stunting yang masih tinggi di desanya.

 

Menanggapi hal ini, Vileno Melda Sitepu dari Departemen Kesehatan dan Lingkungan Rumah Zakat, menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami penyebab stunting di desa tersebut, apakah terkait dengan sanitasi, gizi, atau pola asuh yang salah.

 

“Kami akan terus memantau kader Posyandu untuk memastikan penanganan yang tepat. Kami juga berencana menjadikan Desa Kembang sebagai desa bebas stunting,” ungkapnya.

 

Penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama di wilayah tersebut, mengingat dampaknya terhadap tumbuh kembang anak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Trending di Kesehatan