Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Peristiwa

Hilang 23 Hari, Soirah Ditemukan Tewas Membusuk Di Sungai

badge-check

TEGALOMBO – lensapacitan.com, Setelah hilang selama 23 hari Soirah akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Jasad nenek berusia 51 tahun asal Desa Tahunan, Tegalombo itu mulai membusuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap. ‘’ Dari laporan tim kami dari Kecamatan Tegalombo, Kasi Trantib bahwa Soirah ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban berada di bawah batu, ’’ ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Didik Alih Wibowo.

Penemuan jasad Soirah bermula saat Dwi Ahmad, warga Desa Ploso Tegalombo hendak memancing di sungai Bandu. Mendadak dia mencium bau busuk. Kontan, Dwi mencari asal muasal bau busuk tersebut. Hingga akhirnya ditemukan sosok jasad manusia yang tersembunyi dibalik batuan sungai meski sebelumnya dikira bangkai binatang. ‘’ Terlihat dari kakinya, ’’ tambahnya.

Kabar temuan jasad manusia tersebut diceritakan kepada warga lainnya. Setelah diperiksa, jasad tersebut memang Soirah. Terlihat dari ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. Hingga akhirnya petugas pun melakukan evaluasi dibantu warga sekitar. ‘’ Setelah dievakuasi, sekitar pukul 19.00 jasad dikebumikan, ’’ tuturnya.

Menurutnya korban meninggalkan rumah sejak pukul 14.00, Kamis (4/4). Namun hingga petang, ibu dua orang anak itu tidak juga pulang. Muncul dugaan jika korban hanyut terseret arus Sungai Bandu. Pasalnya ditemukan caping dan celana korban di sungai yang jaraknya hanya terpaut 200 meter itu. Sedangkan saat menghilangnya Soirah memang sedang hujan lebat dan sungai banjir. Sementara pencarian tidak kunjung membuahkan hasil. ‘’ Karena air sudah mulai surut akhirnya ditemukan, ’’ imbuhnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi

23 Mei 2026 - 20:03 WIB

Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

5 April 2026 - 21:25 WIB

Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari

26 Maret 2026 - 19:02 WIB

Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan.

26 Maret 2026 - 18:58 WIB

Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan

26 Maret 2026 - 18:56 WIB

Trending di Peristiwa