Menu

Mode Gelap
OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

Bencana Alam

Gelombang Tinggi Akibat Siklon 94S, Nelayan Pacitan Hentikan Aktivitas Melaut

badge-check


 Dua Orang Nelayan Sedang Memperbaiki Jaring di Pelabuhan Tamperan Pacitan (foto: Trinoto) Perbesar

Dua Orang Nelayan Sedang Memperbaiki Jaring di Pelabuhan Tamperan Pacitan (foto: Trinoto)

PACITAN – Kondisi perairan laut di wilayah Pacitan memburuk dalam beberapa hari terakhir akibat keberadaan bibit siklon tropis 94S yang terbentuk di perairan selatan Jawa. Fenomena yang terjadi sejak 30 Desember 2024 ini menyebabkan gelombang tinggi dengan ketinggian berkisar antara 2 hingga 6 meter. Akibatnya, mayoritas nelayan di Pacitan terpaksa menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan.

Pantauan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, Kamis (2/1), menunjukkan suasana pelabuhan yang sepi. Sebagian besar kapal, baik jenis slerek maupun kapal kecil milik nelayan lokal, terlihat bersandar dengan tali yang terikat kuat pada tiang dermaga.

Salah seorang nelayan, Agus Wiyono, mengungkapkan bahwa kondisi gelombang tinggi membuat nelayan kecil seperti dirinya hanya berani melaut di sekitar pinggiran pantai. “Sudah beberapa hari ini gelombangnya tinggi, mencapai 2 sampai 4 meter. Jadi kami memilih untuk tidak melaut terlalu jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, menjelaskan bahwa gelombang tinggi ini dipicu oleh bibit siklon 94S yang memperkuat angin baratan. Selain itu, angin baratan juga menyebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah Pacitan dalam beberapa hari terakhir.

“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di laut maupun wisatawan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya gelombang tinggi,” kata Radite.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, termasuk Pacitan. Peringatan tersebut diperkirakan masih akan berlaku dalam beberapa hari mendatang. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Trending di Bencana Alam