Menu

Mode Gelap
Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

Kesehatan

Gebrak Rumah di Ngadirojo, Bersatu Lawan Ancaman DBD

badge-check


 Gebrak Rumah di Ngadirojo, Bersatu Lawan Ancaman DBD Perbesar

PACITAN – lensapacitan.com, Untuk mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kecamatan Ngadirojo menggelar Gerakan Bersama Serentak Bersih Rumah dan Bersih Kandang (Gebrak Rumah) pada Kamis, 16/1/2025). Aksi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, hingga pemuda.

Salah satu lokasi kegiatan adalah SDN 1 Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo. Puluhan siswa dan guru terlihat antusias membersihkan sampah plastik dan rumput liar di lingkungan sekolah. Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran Forkopimcam Ngadirojo, yakni Camat Nanang Hadwijono, Kapolsek AKP Makhmudi Kurniawan, Kepala Puskesmas Ngadirojo dr. Rini Endrawati, dan Kepala Puskesmas Wonokarto dr. Derry Herdimas.

Selain memantau, rombongan Forkopimcam juga turut membantu siswa membersihkan lingkungan sekolah. Mereka memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, termasuk bak mandi, untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk.

Camat Ngadirojo, Nanang Hadwijono, menjelaskan bahwa Gebrak Rumah bertujuan memutus rantai penularan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Pembersihan lingkungan di rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum adalah kunci utama menekan kasus DBD,” tegasnya.

Gebrak Rumah Serentak ini dilakukan di 18 desa se Kecamatan Ngadirojo, Meliput warga, instansi pemerintah desa, Sektor pendidikan dan tempat umum.

Kepala Puskesmas Ngadirojo, dr. Rini Endrawati, menyebutkan bahwa kader Jumantik telah dikerahkan untuk memantau jentik secara rutin. “Kader kami terus melakukan pemeriksaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan data Puskesmas Ngadirojo, pada tahun 2024 terdapat 225 kasus DBD, dengan Desa Hadiwarno mencatat jumlah tertinggi sebanyak 36 kasus. Sementara itu, pada awal Januari 2025, sudah tercatat 15 kasus baru, di mana 7 pasien masih dirawat inap di Puskesmas Ngadirojo.

Melalui Gebrak Rumah, diharapkan kasus DBD di Kecamatan Ngadirojo dapat ditekan secara signifikan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

11 Juni 2026 - 09:07 WIB

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Trending di Kesehatan