Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Kebudayaan

Festival Budaya Rawat Jagat Kembali Digelar dengan Tema Kewaspadaan Bencana

badge-check


 Festival Budaya Rawat Jagat Kembali Digelar dengan Tema Kewaspadaan Bencana Perbesar

Pacitan – Festival Budaya Rawat Jagat akan kembali digelar pada 21 September mendatang, kali ini dengan tema kewaspadaan terhadap bencana dan mara bahaya. Acara yang sudah memasuki tahun ketiga ini mengusung tajuk “Eling lan Waspodo” dan akan diisi dengan berbagai atraksi budaya di beberapa lokasi berbeda di Pacitan.

 

Salah satu venue yang terletak di Jalan Ahmad Yani akan menyajikan tampilan budaya dengan pesan kampanye tentang ancaman bahaya bencana, kesehatan lingkungan, hingga isu megathrust yang kini menjadi perhatian nasional. Abdilah Yusuf, perwakilan dari Konsorsium Kangen Pacitan, menjelaskan, “Urutan acaranya masih sama seperti sebelumnya, hanya tampilan dan konsepnya yang berbeda.”

 

Rawat Jagat #3 dihadirkan sebagai peristiwa kebudayaan yang tidak hanya bertujuan menggerakkan ekosistem kebudayaan lokal, tetapi juga mengolaborasikan tradisi dengan seni pertunjukan kekinian. Salah satu contohnya adalah kebangkitan kembali tari keling dari Kalipelus Kebonagung, yang akan direkonstruksi ulang.

 

Berbeda dari tahun sebelumnya, seluruh prosesi utama akan dilaksanakan di Perempatan Tugu Penceng, termasuk doa bersama dan berbagai pertunjukan seni. Selain fokus pada budaya, festival ini juga menekankan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Kami juga akan mengadakan workshop pengolahan sampah dan pelepasan penyu sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan,” tambah Abdilah.

 

Festival Rawat Jagat bukan hanya sebuah perayaan budaya, tetapi juga menjadi ajang untuk menyuarakan kesadaran terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan