Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

Kebudayaan

Festival Arak Deres di Desa Sidomulyo, Pacitan, Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi

badge-check


 Festival Arak Deres di Desa Sidomulyo, Pacitan, Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak Ekonomi Perbesar

Kebonagung – lensapacitan.com, Pekerjaan sebagai penderes nira kelapa bukanlah hal yang mudah. Setiap harinya, para penderes harus berhadapan dengan resiko tinggi saat memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan cairan nira, bahan dasar gula merah. Meski penuh tantangan, pekerjaan ini tetap menjadi mata pencaharian utama bagi banyak warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

Untuk merayakan dan mengapresiasi profesi turun-temurun tersebut, Desa Sidomulyo menggelar Festival Arak Deres pada Minggu (20/10/2024). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang melestarikan budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat.

“Desa kami dikenal dengan masyarakatnya yang mayoritas adalah penderes nira kelapa. Aktivitas ini sudah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkap Makhrus Ali, Kepala Desa Sidomulyo, saat ditemui di lokasi acara.

Festival dimulai dengan prosesi arak-arakan para penderes nira, lengkap dengan peralatan mereka. Para peserta, baik pria maupun wanita, bergerak menuju lapangan desa dengan semangat yang tinggi, meski hujan turun. Di tengah kondisi pohon kelapa yang licin karena hujan, beberapa penderes bahkan tetap menunjukkan keahliannya dalam memanjat pohon dan mengambil nira.

Baca Juga: Ratusan Warga Tulakan Ikuti Jalan Sehat Peringatan Hari Santri Nasional 2024

Hasil nira yang diperoleh kemudian dikumpulkan dalam satu wadah, siap untuk diproses menjadi gula merah. Aktivitas ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pekerjaan sehari-hari para penderes dilakukan dengan ketekunan dan keahlian.

Makhrus menambahkan bahwa festival ini diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial dan membantu meningkatkan perekonomian warga. “Semoga festival ini bisa terus menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan melestarikan warisan budaya desa kami,” katanya.

Festival Arak Deres telah menjadi bagian penting dari identitas Desa Sidomulyo. Aktivitas menyadap nira ini telah menjadi tumpuan hidup banyak keluarga di desa tersebut.

Baca Juga: Nikmati Jajanan Tradisional Setelah Jalan Sehat Pada Garda Yasa Fest #1 di Desa Klepu, Donorojo

“Profesi sebagai penderes memungkinkan warga untuk mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak-anak mereka. Kami berharap melalui acara ini, potensi lokal Desa Sidomulyo dapat dikenal lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujar Udin Wahyudi, Camat Kebonagung.

Acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni dan budaya. Beragam kesenian tradisional dan modern ditampilkan oleh para seniman lokal serta dari luar daerah, memberikan warna tersendiri bagi festival yang digelar selama dua hari tersebut. 

Selain menjadi sarana hiburan, Festival Arak Deres diharapkan dapat menjadi pintu bagi pengembangan potensi budaya dan ekonomi Desa Sidomulyo. (not) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan