Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Peristiwa

Didapati di Perempatan Cuik, Pria “Tersesat” Berpindah-Pindah Kota Diduga Gunakan Modus Baru

badge-check


 Didapati di Perempatan Cuik, Pria “Tersesat” Berpindah-Pindah Kota Diduga Gunakan Modus Baru Perbesar


LENSA PACITAN– Seorang pria yang mengaku bernama Sandi Muhamad, kelahiran 2004, kembali membuat heboh setelah ditemukan dalam kondisi terlantar di Perempatan Cuik, Kelurahan Ploso, Pacitan, Kamis (4/11/2025). Temuan ini menambah panjang catatan pria tersebut yang sebelumnya juga mengaku tersesat di sejumlah daerah, mulai Yogyakarta hingga Blitar.

Pria itu pertama kali dijumpai oleh petugas Satlantas Polres Pacitan saat sedang mengatur arus lalu lintas pada Kamis pagi. Ia mengaku berasal dari Baladewa, Bandung Tengah, Kota Bandung, dan meminta bantuan agar bisa kembali ke kampung halaman.

“Ia beristirahat di sebuah mushola dan meminta pertolongan untuk dipulangkan,” ujar Ipda Mardian Setyo dari Pamapta SPKT Polres Pacitan.

Petugas kemudian membawanya ke SPKT Polres Pacitan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pengakuannya, ia berangkat dari Banyuwangi menuju Bandung, namun kehilangan tas saat berada di Jember. Dalam kondisi kebingungan, ia menumpang truk dan akhirnya terbawa hingga Pacitan.

Untuk memastikan identitasnya, polisi berkoordinasi dengan Dinas Sosial Pacitan dan Disdukcapil. Hasil pengecekan menyebutkan bahwa identitas pria itu tidak terdaftar dalam data KTP elektronik.

Yang mengejutkan, kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Pria yang sama dilaporkan tersesat di Yogyakarta pada 2 Oktober 2025. Tak lama berselang, pada 12 Oktober 2025, ia juga diterima oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar—namun dengan nama berbeda, yakni Haikal Muhammad. Di Blitar, ia bahkan sempat mendapat uang saku sebelum dipulangkan menuju Yogyakarta.

Melihat pola yang terus berulang di berbagai daerah, aparat menduga adanya modus baru yang digunakan pria tersebut untuk mengelabui petugas maupun masyarakat.

“Masyarakat perlu waspada. Jangan mudah percaya pada pengakuan seperti ini tanpa verifikasi yang jelas,” tegas Mardian.

Kasus ini kini ditangani lebih lanjut oleh pihak kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait.(Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi

23 Mei 2026 - 20:03 WIB

Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

5 April 2026 - 21:25 WIB

Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari

26 Maret 2026 - 19:02 WIB

Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan.

26 Maret 2026 - 18:58 WIB

Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan

26 Maret 2026 - 18:56 WIB

Trending di Peristiwa