Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

Bencana Alam

Banjir Sungai Cokrokembang, Jembatan Ambrol dan Gerobak Pedagang Hanyut

badge-check


 Banjir Sungai Cokrokembang, Jembatan Ambrol dan Gerobak Pedagang Hanyut Perbesar

Ngadirojo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngadirojo, Pacitan sejak Sabtu (30/11) pagi menyebabkan banjir besar di Sungai Cokrokembang. Derasnya arus sungai tak hanya mengikis badan jembatan hingga longsor, tetapi juga menyeret gerobak milik pedagang gorengan, Kusmiati, ke dalam aliran sungai. Beruntung, pedagang tersebut tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Banjir yang terjadi sabtu (30/12024) sekitar pukul 13.00 WIB mengakibatkan abrasi di salah satu sisi jembatan yang menghubungkan Dusun Kwangen dan Desa Cokrokembang. Longsoran tanah memperlihatkan bagian jembatan yang terkikis, membuat akses jalan di sekitar lokasi rawan untuk dilalui.

Kusmiati, pedagang gorengan yang sehari-hari berjualan di dekat bibir sungai, mengungkapkan detik-detik gerobaknya terjun ke sungai. “Saat itu saya sedang di dekat gerobak, tiba-tiba tanah di bawahnya longsor, dan gerobak langsung jatuh ke sungai,” tuturnya.

Selain menyebabkan kerusakan fisik pada jembatan, banjir juga merusak infrastruktur lain, termasuk jaringan internet. Tiang penyangga kabel internet yang berada di tepi sungai ikut terseret longsor, sehingga petugas sibuk melakukan perbaikan di lokasi kejadian.

Endro Nurcahyo, salah satu warga setempat, menyebutkan bahwa penyebab banjir bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga penyempitan aliran sungai yang diperparah oleh tumpukan sampah.

“Kalau banjir terus seperti ini, kami khawatir jalan penghubung antar dusun akan putus total,” ujarnya.

Sebagai langkah sementara, warga bergotong royong memasang bambu pengaman di sekitar jembatan untuk mencegah bahaya bagi pengguna jalan dan penduduk yang melihat lokasi longsoran.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Camat Tulakan Imbau Warga Waspadai Longsor Akibat Hujan Deras

31 Juli 2025 - 21:07 WIB

Trending di Bencana Alam