Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Kesehatan

Dinkes Pacitan Sidak Bazar Kuliner, Waspadai Penggunaan Boraks dan Formalin

badge-check


 Dinkes Pacitan Sidak Bazar Kuliner, Waspadai Penggunaan Boraks dan Formalin Perbesar

Pacitan, Lensa Pacitan – Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pembinaan ke sejumlah tempat penjualan makanan siap saji serta bazar kuliner Ramadhan. Dari hasil sidak, tidak ditemukan bahan makanan yang membahayakan, namun ditemukan potensi penggunaan bahan pengawet berbahaya seperti boraks dan formalin.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati, mengatakan bahwa sidak kali ini menyasar kawasan bazar kuliner di berbagai kecamatan. Petugas memeriksa sejumlah makanan dan minuman yang dijual, termasuk pelabelan, kode produksi, komposisi, masa kadaluarsa, produk, dan izin edar. Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi kebersihan dan kesehatan lingkungan bazar.

“Untuk penggunaan bahan berbahayanya sampai sejauh ini aman, uji mikrobiologi kita lakukan di Labkesda hasilnya belum keluar,” katanya di sela-sela sidak di pelataran Gedung Sudirman, Pacitan (28/3).

Dalam sidak tersebut, sebagian besar produk yang dijual telah memenuhi standar keamanan. Meski demikian, pihak Dinkes terus memantau dan melarang penggunaan pengawet makanan boraks maupun formalin serta pewarna makanan.

“Yang kita waspadai adalah penggunaan bahan pengawet makanan, yang biasanya digunakan pada bakso maupun cilok. Kemudian, takjil ini kan biasanya cenderung yang warna-warni menarik, jangan sampai digunakan,” jelasnya.

Mantan Kasi Farmasi itu tak segan memberikan sanksi kepada pedagang yang kedapatan menggunakan bahan makanan berbahaya. Dinkes meminta pemilik usaha untuk memberikan perhatian lebih terhadap keamanan produk yang dijual, karena menyangkut kesehatan masyarakat.

“Kita lakukan pembinaan kepada pedagang,” tegasnya.

Sidak makanan dan takjil ini dilakukan di beberapa tempat, yaitu kecamatan Punung, kecamatan Ngadirojo, Arjosari, dan terakhir kecamatan Pacitan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Trending di Kesehatan