Menu

Mode Gelap
Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi Mobil Warga Nawangan Pacitan Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP Distribusi LPG Diklaim Aman, Warga Pacitan Tetap Kesulitan Dapat Gas Melon

Pertanian

Hama Belalang, Jadi berkah bagi Pasutri di Pacitan

badge-check

PRINGKUKU – lensapacitan.com, Perlahan-lahan langkah sunyi
Didik Budi Effedi menyusuri setiap kebun ketela di desa Watukarung. Sembari
menenteng jaring ikan ditangannya, bola matanya tak henti mengamati dedaunan
sekitar. Tanpa aba-aba, jaring yang semula tertata rapi dilemparnya menyebar
menutupi ribunnya dedaunan. Dari belakang istrinya berlari mengikuti sang suami
mendekat dan masuk kedalam jaring.





Akhir bulan Februari hingga Maret, menjadi kebiasaan Didik
berburu belalang. Saban pagi, didampingi Ika Salina -istrinya,  keduanya menyusuri setiap rumbuk dedaunan
ketela di Watukarung. Bahkan warga Dusun Bulu, Kalak, Donorjo itu rela menempuh
jarak lebih dari 10 kilometer untuk berburu belalang. Hasil buruannya tersebut
bakal dikumpulkan dan jual pada pengepul malam harinya. ‘’Kalau pagi berangkat,
nanti siang balik, biasanya malam sudah ada yang datang kerumah untuk beli,’’
jelasnya





Dalam sehari 5 hingga 7 kilogram belalang dapat dikumpulkan.
Cukup mahal, para pengepul mematok harga 40 ribu rupiah perkilo belalang. Meski
untuk mendapatkan satu kilonya, Didik harus berburu hingga 1.5 jam. Pun jika
hoki dalam setengah jam saja, lebih dari setengah kilo belalang berhasil
didapat. ‘’Kalau masih sepi gampang nyarinya, tapi kalau banyak orang biasanya
belalang kabur jadi sulit,’’ terang Didik





Tak hanya disiang hari, Didik terkadang turut berburu dimalam hari. Pria 24 tahun itu menggunakan senter untuk memburu belalang. Saat malam, menangkap hewan kaki panjang tersebut mudah-mudah susah. Selain kudu jeli, dirinya hanya menggunakan tangan untuk menangkap belalang yang hinggap. Alhasil, jika tak terbiasa tangkapan tak sebanyak yang diharapkan. ‘’Paling banyak dua kilo, gak bisa pakai jaring kalau malam, cukup pakai tangan karena belalang pas tidur,’’ ungkap pria satu anak itu.





Selain dijual, beberapa belalang turut dijadikannya sebagai lauk. Biasanya bebelang tersebut dipreteli kaki dan sayapnya untuk dicuci dan digoreng. Tak perlu bumbu istimewa, setelah digoreng garing dengan tambahan bawang dan cabai, laut kaya protein siap disantap. ‘’Gak kalah kalau dibandingkan ayam,’’ pungkas Didik. (sr)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan

8 Februari 2026 - 17:26 WIB

252 Bonsai Ramaikan Kontes HUT Pacitan ke-281, Harga Ada yang Tembus Rp 50 Juta

6 Februari 2026 - 13:36 WIB

Bendungan Tukul Jadi Penopang Kehidupan Warga Arjosari, Atasi Kekeringan dan Banjir

16 Desember 2025 - 14:03 WIB

Budiman Sudjatmiko Tanam Padi Bersama Petani Pacitan, Serahkan Bantuan Benih

20 November 2024 - 11:36 WIB

Tekan Inflasi, Pemkab Pacitan Ajak Masyarakat Tanam Cabai

14 November 2024 - 20:29 WIB

Trending di Pertanian