LENSA PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali menata kawasan rest area di Jalur Lintas Selatan (JLS). Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp900 juta tersebut menyasar sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Rest area yang berada di sebelah Museum dan Galeri SBY-Ani itu diproyeksikan menjadi tempat singgah yang lebih nyaman bagi pengguna JLS. Penataan kawasan juga diharapkan mampu mendukung aktivitas wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi wisata unggulan di Pacitan tersebut.
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pacitan, Endhit Yuniarso, mengatakan pekerjaan penataan meliputi pembangunan talud penahan tanah, perkerasan lahan menggunakan paving block, hingga penataan taman.
Menurutnya, pekerjaan tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga memperkuat struktur lahan serta meningkatkan fungsi rest area sebagai fasilitas pendukung bagi pengguna jalan.
“Talud penahan tanah, perkerasan lahan dengan paving block, serta penataan taman,” katanya.
Proyek yang dikerjakan CV Andclass Studia itu hingga kini baru mencapai sekitar 30 persen. Pemkab Pacitan menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Oktober 2026.
Perkerasan lahan menggunakan paving block menjadi salah satu pekerjaan utama untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Selain itu, pembangunan talud dilakukan untuk memperkuat kawasan, sedangkan penataan taman diharapkan membuat lingkungan rest area terlihat lebih rapi dan menarik.
Lokasi yang berdekatan dengan Museum dan Galeri SBY-Ani membuat keberadaan rest area tersebut dinilai strategis. Kawasan ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat bagi pengguna JLS, tetapi juga menjadi fasilitas penunjang bagi wisatawan yang berkunjung ke museum.
Melalui penataan tersebut, Pemkab Pacitan berharap kawasan rest area semakin representatif dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di jalur selatan Pacitan.(Not)






