PACITAN, 18 Oktober 2026 – Rangkaian gelaran Festival Film Horor (FFH) 2026 resmi mencapai puncaknya pada Sabtu malam (17/10/2026) di Alun-Alun Kabupaten Pacitan. Mengusung tema INDIGO, malam penutupan ini menjadi panggung selebrasi bagi para sineas tanah air, mulai dari kategori pelajar, PKK dan Karang Taruna, hingga filmmaker tingkat nasional.
Acara berlangsung meriah dan dipadati oleh masyarakat umum, komunitas kreatif, serta jajaran pemangku kepentingan industri perfilman dan pemerintahan. Malam puncak penghargaan ini turut dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Cecep Rukendi, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni, Festival Director FFH 2026 Idham Nugrahadi, serta sineas dan akademisi perfilman Ekky Imanjaya.
Apresiasi Karya dan Peluang Distribusi

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPI Fauzan Zidni menegaskan bahwa inti dari sebuah festival film adalah ruang temu dan pengakuan terhadap karya sineas.
“Yang paling penting itu bukan hadiah atau angkanya, tetapi apresiasi. Kegiatan ini memberikan apresiasi, tetapi juga ruang untuk film-film ini bertemu dengan penontonnya… Buat kami, filmmaker di Indonesia, penonton adalah yang paling penting. Penonton adalah alasan mengapa kami membuat film,” ungkap Fauzan. Ia menambahkan komitmen BPI dan Ekraf untuk terus membuka serta mencarikan jalur distribusi bagi karya para pemenang agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas di berbagai penjuru tanah air.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi, mewakili Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi festival film horor satu-satunya di Indonesia ini.
“Film horor merupakan genre dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, lebih dari 40%, karena sangat berakar pada kekayaan budaya lokal. Saat ini adalah zamannya ekonomi kreatif, di mana kreativitas bernilai ekonomi tanpa batas jika dilindungi kekayaan intelektualnya. Kami berharap sineas daerah dapat terus naik kelas menjadi national bahkan international champion melalui persiapan distribusi layar yang lebih luas di masa depan,” tutur Cecep.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan rasa bangga atas dampak positif gelaran FFH 2026 terhadap promosi daerah di kancah nasional.
“Kegiatan ini tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi memberikan dampak baik mengangkat nama Kabupaten Pacitan di tingkat nasional. Saya mengapresiasi seluruh sineas, dewan juri, panitia Ruang Film, dan para pendukung acara. InsyaAllah kegiatan ini memberikan manfaat besar dan sampai bertemu kembali di tahun 2027,” ujar Bupati Indrata.
Daftar Pemenang Penghargaan Festival Film Horor 2026

Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang untuk berbagai kategori kompetisi dan ekshibisi:
- Kategori Umum Nasional (Piala Bergilir Tengkorak Mbah Sayem):
- Juara 1: Hapus (Menerima Piala Tengkorak Mbah Sayem, diserahkan oleh Bupati Pacitan didampingi Deputi Kemenekraf Cecep Rukendi)
- Juara 2: Muliha
- Juara 3: Lidah Api
- Special Mention: Junio’s First Kiss (b&w)
- Kategori Pelajar Regional Jawa Timur:
- Juara 1: Silentium – Kreasinema (Sidoarjo)
- Juara 2: Kesurupan – Tim Wingin Tesaiga (Ponorogo)
- Juara 3: MENUJU TKA – Bravo271
- Special Mention: SMRITI – Tim Produksi DKV SMK PGRI Ngadirojo
- Kategori Ekshibisi PKK & Karang Taruna:
- Juara 1: Dalan Mulih – PKK & Karang Taruna Kec. Donorojo
- Juara 2: Ghendis
- Juara 3: Gimbang
- Harapan 1, 2, 3: ATMA Benjana, Aib, dan Seramnya Judi Online
- Special Mention: Belik Bolak Balik – PKK & Karang Taruna Kec. Bandar
- Kategori Ekshibisi Pelajar SMP:
- Juara 1: Sekar Kamboja – SMPN 1 Ngadirojo
- Juara 2: Klepto – SMPN 5 Sudimoro
- Juara 3: Shadow – SMPN 1 Pacitan
- Special Mention: Bangku Kosong Terakhir – EXVOS SPENSAKA
Seremoni Penutupan Penuh Makna
Menjelang akhir acara, penonton disuguhkan penampilan kolosal tari bertajuk “Umbul Donga” dari Sanggar Pradnya yang dibawakan oleh 15 penari. Tarian bermakna melangitkan doa dan harapan ini memukau penonton dengan aksi teatrikal penari yang muncul langsung dari tengah kerumunan audiens.
Sebagai penanda resmi berakhirnya Festival Film Horor 2026, digelar prosesi simbolis Turn Off Lampu Badai Ceremony (mematikan lampu penjor) yang dipimpin bersama oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Cecep Rukendi (Kemenekraf), Idham Nugrahadi (Festival Director), dan Ekky Imanjaya. Malam puncak kemudian ditutup meriah dengan penampilan guest star grup musik Overnight yang membawakan deretan lagu andalan di hadapan masyarakat Pacitan.
Penyelenggaraan FFH 2026 terlaksana berkat kolaborasi komunitas Ruang Film Pacitan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif RI, BPI, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jatim (Kemenbud RI), Pemerintah Kabupaten Pacitan, serta berbagai mitra sponsor pendukung.











