Pacitan – Memperingati Hari Bumi 2026, kelompok masyarakat Dusun Kiteran, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, berkolaborasi dengan Relawan Rumah Zakat menggelar aksi penanaman pohon di kawasan perbukitan Belik Song Suhir, Watu Mejo Mangrove Park.
Kegiatan ini difokuskan pada upaya pelestarian sumber mata air yang berada di kawasan tersebut. Puluhan bibit pohon ditanam di lereng bukit, di antaranya trembesi dan aren yang dikenal mampu menjaga cadangan air tanah.
Salah seorang anggota kelompok masyarakat, Dian Dwi Arini, mengatakan bahwa kondisi sumber air di lokasi tersebut mulai mengalami penurunan debit dalam beberapa waktu terakhir.
“Dulu debit airnya cukup besar karena berasal langsung dari pegunungan. Namun setelah adanya aktivitas penambangan batu dan penebangan pohon, kini debitnya mulai mengecil. Karena itu kami melakukan penanaman agar sumber air tetap terjaga,” ujarnya Rabu (22/4/2026).
Kepala Dusun Kiteran, Slamet Riyadi, menambahkan bahwa total ratusan bibit tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut. Rinciannya, 50 batang trembesi dan 30 pohon aren ditanam di kawasan perbukitan.
Sementara itu, di area konservasi mangrove Watu Mejo, juga dilakukan penanaman 20 pohon kelapa entok, 70 benih apukan, serta 21 tanaman bunga untuk mendukung keindahan kawasan wisata.
“Tujuannya selain menjaga kelestarian lingkungan, juga untuk mempercantik kawasan wisata yang alhamdulillah saat ini mulai ramai dikunjungi,” kata Slamet.
Aksi penanaman pohon ini menjadi bagian dari kolaborasi antara kelompok masyarakat dan Relawan Rumah Zakat dalam memperingati Hari Bumi.
Selain itu, dalam waktu dekat juga akan digelar sejumlah agenda lanjutan, di antaranya kegiatan bersama SD Alam yang rencananya dihadiri Bupati Pacitan pada 24 April, serta simulasi dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 pada 26 April mendatang. (not)





















