Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Harga Cabai Rawit di Pacitan Tembus 80 Ribu per kilogram

badge-check


PACITAN, lensapacitan.com, Tingginya intensitas hujan belakangan membuat kelangkaan bumbu dapur terjadi di Pacitan. Cabai rawait misalnya, dari biasa dijual Rp 30 hingga Rp 35 ribu saban kilonya kini meroket tembus Rp 80 ribu perkilo. Bahkan beberapa tengkulak ikut membatasi pembelian pedagang imbas kelangkaan barang. Banyak yang busuk kalau hujan jadi langka dari petaninya, ujar Heru Setiawan salah seorang pedagang bumbu dapur pasar Minulyo Pacitan. 

Kenaikan harga tersebut terjadi sepekan terakhir. Pun, perlahan mulai Rp 3 ribu hingga Rp 8 ribu rupiah saban harinya. Pun dia memprediksi, harga tersebut bakal terus melambung dalam beberapa hari kedepan. Imbas pembatasan pasokan dari tengkulak. Ambilnya dari Ponorogo kalau dari sini gak bisa penuhi, karena sama sulit, jelasnya. 
Lonjakan harga juga terjadi tomat, dari semula Rp 6 ribu kini naik dua kali lipat hingga Rp 12 ribu. Tak jauh berbeda dengan cabai, cuaca buruk dituding jadi dalang minimnya stok pangan tersebut. Kalau bawang dan bumbu lainnya mayoritas stabil, naik seribu dua ribu masih wajar, imbuhnya. 
Heru menambahkan, kenaikan harga tersebut sejatinya tak jadi kendala penjualan bumbu dapurnya. Sebaliknya, menurutnya kondisi pandemi justru jadi ancaman keberlangsungan pedagang di Pacitan. Pasalnya, dibanding tahun lalu angka penjualan di kiosnya kian merosot tajam. Di momen libur natal dan tahun baru lalu misalnya, di 2019 silam perputaran penjualan bumbu dapur capai puluhan juta saban harinya. Namun di 2020 lalu, pedagang nyaris rugi lantaran sepinya pembeli. (not/dw) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi