Menu

Mode Gelap
Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP Distribusi LPG Diklaim Aman, Warga Pacitan Tetap Kesulitan Dapat Gas Melon Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal Lima Hari Hilang, Pemuda Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025 Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Sungai Grindulu Pacitan

Gaya Hidup

Inspirasi Pemuda Ngile Tulakan Rutin Bersihkan Masjid Setiap Jumat

badge-check


 Inspirasi Pemuda Ngile Tulakan Rutin Bersihkan Masjid Setiap Jumat Perbesar

PACITAN – Sebuah aksi inspiratif dilakukan oleh sekelompok pemuda asal Dusun Ngile, Kecamatan Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Setiap hari Jumat, Dwi Riyanto, Taufik, dan Miswanto, yang awalnya hanya sekadar teman ngopi, kini rutin membersihkan masjid di wilayah desa mereka.

Kegiatan ini bermula ketika mereka melihat salah satu masjid di Dusun Krajan, Desa Ngile, yang kondisinya kurang terawat meskipun jamaahnya cukup banyak. Dengan inisiatif sendiri, mereka bertiga mulai membersihkan masjid tersebut. Setelah selesai, semangat mereka justru meningkat untuk melanjutkan aksi bersih-bersih ke masjid lainnya.

“Awalnya ada masjid yang kotor dan kurang terawat, kami lalu berinisiatif membersihkannya. Dari situ kami terpikir untuk melanjutkan ke masjid-masjid lain setiap Jumat,” ungkap Dwi Riyanto.

Hingga Jumat (24/1/2025), mereka telah membersihkan lima masjid di Desa Ngile. Dalam aksinya, mereka mengatur jadwal khusus setiap Jumat pagi, mulai pukul 09.00 hingga selesai sebelum jamaah shalat Jumat datang.

Kegiatan bersih-bersih meliputi membersihkan langit-langit dari jaring laba-laba, mengelap tembok, mengepel lantai, hingga membersihkan kamar mandi. Salah satu tugas terberat adalah mencuci karpet masjid yang memerlukan tenaga lebih.

“Kalau karpetnya masih bisa, kami bersihkan pakai penyedot debu. Tapi kalau tidak, kami cuci. Itu yang paling menguras tenaga,” jelas Dwi Riyanto, yang akrab disapa Bibit.

Meski ketiganya memiliki kesibukan masing-masing ada yang berprofesi sebagai mekanik, buruh lepas, hingga menjalankan usaha, mereka tetap meluangkan waktu khusus di hari Jumat untuk melakukan kebaikan.

Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai dari kantong pribadi mereka. Namun, seiring waktu, beberapa dermawan mulai memberikan bantuan berupa sabun dan alat kebersihan.

Aksi mereka ternyata mendapat respons positif dari masyarakat. Kini, jumlah relawan yang bergabung bertambah menjadi tujuh orang, melibatkan remaja hingga orang dewasa.

“Ini yang bisa kami lakukan. Semoga bermanfaat dan dapat mendorong jamaah untuk semakin memakmurkan masjid,” harap Taufik.

 

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian tanpa pamrih, kelompok pemuda ini membuktikan bahwa aksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

9 Februari 2026 - 08:40 WIB

Grand Launching di Museum SBY–Ani, dr. Warkim Satukan Buku, Inovasi, dan Pengabdian untuk Pacitan

12 Januari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi EcoCycle Berbasis IoT–AI Diterapkan di Pacitan, Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jawab Tantangan Sampah

29 Desember 2025 - 16:18 WIB

106 Anak Pacitan Ikuti Khitan Massal Baznas dengan Metode Modern

19 November 2025 - 12:58 WIB

Belum Cair, Cek Rp3 Miliar Milik Tarman Hilang “Ketlisut”

6 November 2025 - 13:50 WIB

Trending di Gaya Hidup